Di balik jeruji, momen Lebaran menjadi ruang refleksi sekaligus pertemuan emosional antara para tahanan dan keluarga mereka.
Sejak awal libur Lebaran pada 21 Maret, lonjakan kunjungan tak terelakkan. Sebanyak 265 keluarga tercatat mendaftar untuk menjenguk kerabat mereka di Rutan Gedung Merah Putih dan Rutan Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC).
Baca Juga: Gus Ipul Dapati 2.708 ASN Kemensos Mangkir Usai Lebaran, Siap-siap Kena Sanksi!
Dari total 81 tahanan, 73 orang menerima kunjungan langsung, sementara 4 lainnya terhubung secara daring.
Kepala Rutan KPK, Togi Robson Sirait, mengungkapkan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menambah fasilitas layanan. “Penambahan meja pendaftaran dilakukan untuk mengurai antrean saat kunjungan hari raya,” ujarnya.
Meski nuansa haru begitu terasa, KPK tidak memberikan kelonggaran sedikit pun terhadap prosedur keamanan. Setiap pengunjung dan barang bawaan diperiksa secara ketat guna mencegah masuknya barang terlarang maupun potensi ‘bingkisan’ ilegal.
Baca Juga: DLH Ungkap Alasan Taman Lasoso Palu Ditutup Sementara
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan rangkaian kegiatan Lebaran dimulai dengan salat Id berjamaah yang digelar di Masjid Gedung Merah Putih. Setelah itu, layanan penitipan makanan dibuka terbatas, disusul sesi kunjungan keluarga yang berlangsung hingga siang hari.
“Momen ini penting bagi para tahanan untuk mendapatkan dukungan moral dan emosional dari keluarga, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan,” jelas Budi.
Namun di balik tradisi berbagi saat Lebaran, KPK juga menaruh perhatian serius pada potensi gratifikasi. Seluruh petugas rutan diarahkan untuk menolak segala bentuk pemberian dari pihak keluarga tahanan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga integritas lembaga, bahkan di tengah suasana hari raya.
Baca Juga: Mencapai 4,39 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Touna semakin membaik
KPK pun mengapresiasi keluarga tahanan yang telah mematuhi aturan kunjungan dan pembatasan barang bawaan. Ke depan, lembaga antirasuah ini menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan rutan yang manusiawi, tanpa mengabaikan aspek pengawasan.
Saat ini, Rutan KPK menampung 81 tahanan yang tersebar di dua lokasi, dengan mayoritas atau 67 orang beragama Muslim. Di tengah keterbatasan, Lebaran tetap menjadi pengingat: bahwa harapan, keluarga, dan kesempatan untuk berubah selalu ada. (*)
Editor : Agung Sumandjaya