RADAR PALU – Getaran gempa magnitudo 4,1 yang berpusat di Pasangkayu, Sulawesi Barat, Sabtu (7/3/2026), dilaporkan terasa hingga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 12.15.39 WITA.
Episenter gempa berada pada koordinat 1,52 Lintang Selatan dan 119,46 Bujur Timur, atau sekitar 40 kilometer selatan Pasangkayu, Sulawesi Barat, dengan kedalaman 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelasnya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) BMKG serta laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Pasangkayu dengan intensitas II–III MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Selain itu, getaran juga dilaporkan terasa di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dengan intensitas II MMI, yang dirasakan oleh sebagian orang.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
BMKG juga mencatat adanya satu gempa susulan (aftershock) hingga pukul 12.00 WIB.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG menegaskan bahwa informasi resmi terkait gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal resmi seperti website bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, serta aplikasi InfoBMKG.(*)
Editor : Mugni Supardi