RADAR PALU – Jika memperhatikan pesawat modern, ujung sayapnya sering terlihat melengkung ke atas. Komponen ini dikenal dengan nama winglet dan memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi penerbangan.
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta menjelaskan melalui unggahan edukasi di akun Instagram resminya @otbansatu, winglet merupakan komponen vertikal kecil di ujung sayap pesawat yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Meski terlihat kecil, komponen ini memiliki dampak besar terhadap performa pesawat.
Winglet bekerja dengan mengurangi hambatan aerodinamis yang muncul akibat pusaran udara di ujung sayap, atau yang dikenal dengan istilah wingtip vortex.
Pusaran ini terbentuk karena adanya perbedaan tekanan udara antara bagian atas sayap yang bertekanan rendah (low pressure) dan bagian bawah sayap yang bertekanan lebih tinggi (high pressure).
Tanpa winglet, udara dari bawah sayap cenderung mengalir ke atas dan membentuk pusaran di ujung sayap.
Pusaran ini menyebabkan induced drag atau hambatan tambahan yang membuat pesawat membutuhkan energi lebih besar saat terbang.
Winglet berfungsi seperti pagar kecil di ujung sayap yang mencegah percampuran aliran udara tersebut. Dengan berkurangnya pusaran udara, hambatan aerodinamis menjadi lebih kecil sehingga pesawat dapat terbang lebih efisien.
Selain meningkatkan efisiensi aerodinamika, penggunaan winglet juga memberikan sejumlah manfaat lain bagi operasional pesawat.
Di antaranya adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar, memperpanjang jarak tempuh penerbangan, serta mengurangi beban struktural pada sayap pesawat.
Winglet juga berperan dalam meningkatkan stabilitas penerbangan dan kinerja pesawat, sekaligus memberikan nilai estetika pada desain pesawat modern.
Karena berbagai manfaat tersebut, winglet kini menjadi fitur yang hampir selalu ditemukan pada pesawat komersial generasi terbaru.(*)
Editor : Mugni Supardi