Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Negara Timur Tengah Tutup Ruang Udara, Jemaah Umrah RI Disiagakan

Muhammad Awaludin • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:48 WIB

Kantor Urusan Haji Jeddah bersiaga di bandara untuk membantu jemaah umrah Indonesia di tengah penutupan ruang udara sejumlah negara Timur Tengah.
Kantor Urusan Haji Jeddah bersiaga di bandara untuk membantu jemaah umrah Indonesia di tengah penutupan ruang udara sejumlah negara Timur Tengah.

RADAR PALU – Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menutup ruang udara untuk penerbangan internasional menyusul meningkatnya situasi keamanan regional. Kebijakan ini berpotensi berdampak pada perjalanan internasional, termasuk kepulangan jemaah umrah Indonesia.

Negara yang menutup ruang udara antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Penutupan dilakukan untuk kedatangan maupun keberangkatan pesawat hingga situasi dinilai aman. 

 

 

 

Sementara itu, Arab Saudi masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada. Negara lain seperti Oman, Yordania, dan Lebanon juga tetap membuka penerbangan dengan pengawasan ketat. 

Pemerintah memastikan kondisi di Arab Saudi saat ini masih aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan sebagai langkah antisipasi.

Menghadapi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah langsung menyiagakan petugas di bandara.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, mengatakan pihaknya telah membentuk tiga tim khusus untuk membantu jemaah.

“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya di Jeddah, Sabtu (28/2/2026). 

Petugas juga memperkuat koordinasi dengan maskapai penerbangan, travel umrah, serta mitra layanan di Arab Saudi untuk memastikan jemaah mendapatkan bantuan jika terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik.

WNI diminta mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Indonesia serta menghindari informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah Indonesia menegaskan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi guna memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.***

Editor : Muhammad Awaludin
#penerbangan Arab Saudi #Radar Palu #jemaah umrah Indonesia #WNI di Arab Saudi #ruang udara Timur Tengah #KUH Jeddah