Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palu Barat dan Ulujadi Berlangsung Antusias, Ratusan Warga Hadir

Muchsin Siradjudin • Selasa, 17 Februari 2026 | 11:49 WIB
ANTUSIAS: Warga Kota Palu, terlihat sangat antusias mengikuti sosialisasi empat pilar yang disampaikan H. Muhidin Said.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
ANTUSIAS: Warga Kota Palu, terlihat sangat antusias mengikuti sosialisasi empat pilar yang disampaikan H. Muhidin Said.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan di Hotel Zamrud, Kota Palu, berlangsung penuh antusiasme. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari guru, mahasiswa, pengusaha UMKM, ibu rumah tangga, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Acara ini menghadirkan Anggota MPR RI/DPR RI Dapil Sulawesi Tengah, H. Muhidin M. Said, sebagai pemateri utama, serta Salihudin selaku Tenaga Ahli, Senin (16/2/2026).

Dalam pemaparannya, H. Muhidin M. Said menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau monumen yang dikagumi dari kejauhan. Pancasila adalah nilai hidup yang harus dirawat secara sadar dan konsisten oleh seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, merawat Pancasila berarti menjaga kesepakatan luhur para pendiri bangsa agar tidak lapuk oleh zaman atau tergerus ideologi luar yang tidak selaras dengan jati diri bangsa.

Ia menjelaskan bahwa tantangan merawat Pancasila di era digital tidak lagi berbentuk agresi fisik, melainkan disrupsi informasi dan polarisasi sosial.

Budaya individualisme, kompetisi yang berlebihan, serta penyebaran kebencian di ruang digital menjadi ujian nyata.

Karena itu, merawat Pancasila harus dimulai dari tindakan sederhana: menjaga kerukunan, menahan diri dari ujaran kebencian, serta menjadikan nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sebagai filter dalam menyikapi arus globalisasi.

H. Muhidin juga menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai wujud Sila Pertama, keadilan digital sebagai implementasi Sila Kedua dan Kelima, serta semangat persatuan dalam keberagaman sebagai pengejawantahan Sila Ketiga.

Menurutnya, jika Pancasila dijadikan “kurikulum keluarga” dalam mendidik anak-anak dengan nilai kejujuran, kasih sayang, dan musyawarah, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 bukanlah hal yang mustahil.

Sementara itu, Salihudin dalam materinya yang berjudul “4 Pilar MPR RI sebagai Energi Bangkit: Dari Kesadaran Berbangsa Menuju Kemandirian Ekonomi” mengajak peserta melihat 4 Pilar bukan hanya sebagai konsep kenegaraan, tetapi sebagai energi pembangunan ekonomi rakyat.

Ia memaparkan bahwa negara kuat dimulai dari rakyat yang kuat secara mental, etika, dan kolaborasi. Pancasila, menurutnya, adalah mentalitas kemajuan.

Nilai Ketuhanan membangun integritas, Kemanusiaan melahirkan kepercayaan dalam usaha, Persatuan memperkuat ekosistem ekonomi, Kerakyatan menghadirkan transparansi dalam pengambilan keputusan, dan Keadilan Sosial menjadi tujuan akhir berupa kesejahteraan merata.

Salihudin juga menyoroti Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi ekonomi konstitusi yang menegaskan asas kekeluargaan dan keberpihakan kepada UMKM. NKRI dipandang sebagai ruang kesempatan besar dengan pasar luas dan sumber daya melimpah, sementara Bhinneka Tunggal Ika menjadi sumber inovasi melalui kolaborasi lintas budaya.

Ia mengajak peserta membangun integritas pribadi, meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan, memanfaatkan fasilitas negara seperti KUR dan pelatihan UMKM, serta mengembangkan usaha yang berdampak sosial dan berkelanjutan.

Suasana semakin hidup ketika H. Muhidin M. Said mengadakan sesi kuis interaktif. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar langsung mendapatkan hadiah. Interaksi ini menciptakan suasana hangat dan partisipatif.

Di akhir sesi, Salihudin menantang peserta yang mampu menghafal Pembukaan UUD 1945. Seorang ibu dengan penuh percaya diri maju ke depan dan melafalkan Pembukaan UUD 1945 secara lengkap dan sempurna.

Atas keberaniannya, ia menerima hadiah berupa buku karya Salihudin berjudul “Menata Masa Depan, Membangun Peradaban.”

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kesadaran berbangsa sekaligus penyemangat kemandirian ekonomi masyarakat.

Sosialisasi 4 Pilar tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi ditransformasikan menjadi inspirasi konkret untuk membangun masyarakat Palu yang lebih berdaya, beretika, dan berkeadilan.(***)



 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Seluruh rakyat Indonesia #Mengembangkan usaha #Meningkatkan kompetensi #Menciptkan suasana hangat dan bersahaja