RADAR PALU - Budaya keselamatan kerja kembali jadi perhatian di lingkungan operasional energi. Di Makassar, lebih dari 50 perwira dan mitra kerja mengikuti rangkaian tantangan keselamatan dalam momentum Bulan K3 Nasional 2026.
Lewat konsep kompetisi interaktif, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi ingin memastikan standar HSSE tak sekadar slogan, tetapi benar-benar dijalankan di lapangan.
Kegiatan bertajuk HSSE Ewako Challenge 2026: The Safety World Adventure digelar di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Minggu (15/2/2026).
Program ini dirancang untuk memperkuat budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) di tengah dinamika operasional yang menuntut kewaspadaan tinggi.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mardian, yang mewakili Executive General Manager Regional Sulawesi, menegaskan keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
“Budaya HSSE harus hadir dalam setiap aktivitas operasional. Konsistensi menjalankan standar keselamatan akan menentukan kualitas kinerja dan keberlanjutan bisnis,” ujarnya.
Berbeda dari sosialisasi konvensional, kampanye kali ini dikemas dalam bentuk tantangan. Peserta mengikuti sejumlah simulasi seperti Unlock the CLSR, Pipe Maze Challenge, hingga The Safety Hunter yang menguji kepekaan terhadap potensi bahaya.
Tak hanya itu, ada juga simulasi Basic Life Support (BLS) sebagai respons awal kondisi darurat medis serta praktik Fire Combat untuk teknik pemadaman kebakaran.
Seluruh rangkaian dirancang aplikatif. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi dilatih mengambil keputusan cepat dan tepat saat menghadapi risiko di lingkungan kerja.
Pjs Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menyebut penguatan budaya keselamatan menjadi fondasi utama menjaga keandalan operasional perusahaan.
“Keselamatan adalah nilai dasar yang tidak bisa ditawar. Setiap perwira harus menjadikannya sebagai standar perilaku kerja sehari-hari,” katanya.
Momentum Bulan K3 Nasional ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan operasional bukan semata soal capaian kinerja, tetapi memastikan seluruh pekerja pulang dengan selamat.***
Editor : Muhammad Awaludin