Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Retret PWI Kemenhan Bekali Wartawan Nilai Bela Negara

Talib • Jumat, 30 Januari 2026 | 21:14 WIB
Retret PWI di Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan menghadirkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jumat (31/1/2026).
Retret PWI di Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan menghadirkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jumat (31/1/2026).

RADAR PALU - Hari kedua Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Jumat (31/1), menegaskan pentingnya pendidikan karakter wartawan di tengah tantangan informasi global.

Melalui dialog langsung dengan pejabat negara, retret ini diarahkan untuk membentuk pers yang berintegritas, beretika, dan berorientasi kepentingan publik sebagai bagian dari penguatan bela negara. 

 

 

 

Sebanyak enam pembicara dari kementerian dan lembaga strategis hadir dalam forum tersebut, di antaranya Wamen Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wamen Sosial Agus Jabo Priyono, serta Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri Akbar Ali. 

Turut menjadi pemateri Staf Ahli Kementerian Koperasi Henny Navilah dan Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yoeleva, dengan sesi dipandu Ketua PWI Jawa Timur Lutfi L Hakim.

Nezar Patria menekankan bahwa di era digital, kecepatan informasi harus diimbangi dengan integritas, etika, dan tanggung jawab moral wartawan. Menurutnya, karakter pers menjadi pembeda utama antara informasi kredibel dan disinformasi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut media berperan membentuk kesadaran publik melalui pemberitaan yang mendidik dan berbasis data, khususnya dalam isu ketahanan pangan nasional. 

Wamen Sosial Agus Jabo Priyono menilai pers memiliki fungsi edukatif dalam mengawal program perlindungan sosial agar tepat sasaran dan dipahami masyarakat secara utuh.

Sementara itu, Akbar Ali menegaskan peran pers dalam menjaga kualitas demokrasi melalui literasi politik yang sehat dan pemberitaan yang menenangkan publik.

Dari sisi ekonomi dan kebencanaan, Henny Navilah dan Dodi Yoeleva menyoroti pentingnya narasi empatik dan edukatif media dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.

Penguatan karakter wartawan menjadi bagian penting dari agenda nasional dalam menjaga kualitas demokrasi, stabilitas sosial, dan ketahanan bangsa, sejalan dengan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Bela Negara #Radar Palu #Etika Jurnalistik #Karakter Wartawan #Kemenhan #Retret PWI