RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, hari ini akan memberangkatkan 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina menuju Kantor Imigrasi Palu untuk proses pemulangan ke negara mereka.
Ke-15 WNA ini ditemukan oleh nelayan Buol, Moh Rusman, di laut lepas setelah terombang-ambing selama 13 hari dalam perahu sped boat yang mengalami kerusakan mesin.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buol, Moh. Yamin Rahim, mengatakan bahwa sejak ditemukan, Pemda Buol telah memberikan perhatian serius untuk membantu WNA tersebut secara kemanusiaan.
"Kami telah melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari jajaran Polairut, TNI, Polres Buol, Pol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesbangpol, serta pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Mokoyurli Buol yang telah merawat mereka," ujar Sekkab Moh Yamin.
Ke-15 WNA ini ditemukan dalam kondisi lemah dan tidak makan serta minum selama 13 hari di tengah laut lepas. Pemda Buol telah memberikan bantuan selimut, pakaian, dan kebutuhan tempat menginap, serta biaya pemberangkatan ke Palu yang akan ditanggung oleh Pemkab Buol.
Yamin menjelaskan, WNA ini telah dilaporkan kepada Konsulat kantor Perwakilan Negara Filipina di Manado untuk proses pemulangan melalui jalur resmi.
Saat ini, utusan Imigrasi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah datang untuk melakukan penjemputan dan mendeportasi mereka ke Palu untuk proses administarsi pemulangan ke negara mereka.
Selama tiga hari di Buol, Sekkab Moh Yamin menjelaskan bahwa Pemkab telah mengerahkan dinas teknis untuk melakukan penanganan secara intensif terhadap WNA tersebut.
"Kita akan memastikan bahwa proses pemulangan ini dilakukan dengan aman dan sesuai dengan prosedur yang berlaku," sebut Sekkab Buol Moh Yamin.
Sejauh ini Pemkab Buol telah menunjukkan komitmennya dalam membantu WNA yang terombang-ambing di laut lepas dan memastikan bahwa mereka dapat kembali ke negara asal mereka dengan selamat.
"Budaya kita di Buol, jika ada yang mengalami musibah pasti Pemkab dan masyarakat berbondong -bondong membantu secara kemanusiaan. Sebaliknya, siapa tahu saja ada warga kita yang mengalami kesulitan di negara tersebut dapat mudah dibantu, "demikian Moh. Yamin Rahim dalam keterangan persnya. (***)
Editor : Muchsin Siradjudin