Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Selama 15 Hari Terombang-ambing di Laut, 15 Warga Ditemukan Selamat di Perairan Buol, Diduga Hanyut dari Malaysia ke Filipina

Muchsin Siradjudin • Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:31 WIB
TERDAMPAR: Inilah 15 WNA asal Filipina yang terdampar di perairan Indonesia dan ditemukan oleh nelayan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
TERDAMPAR: Inilah 15 WNA asal Filipina yang terdampar di perairan Indonesia dan ditemukan oleh nelayan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Sebanyak 15 orang Warga Negara Asing (WNA) yang diduga berasal dari Filipina, ditemukan selamat setelah 15 hari terombang-ambing di tengah laut, dari total 17 orang penumpang speed boat yang sebelumnya dilaporkan terdampar di perairan laut Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.

Dua orang lainnya dilaporkan terjun ke laut untuk mengurangi beban kapal, saat berada di tengah perairan.

Para korban diketahui terdiri dari 6 orang dewasa dan 9 orang anak-anak. Mereka diduga berasal dari Malaysia dan bermaksud menyeberang menuju Filipina.

Namun, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, speed boat yang mereka tumpangi kehilangan kendali hingga akhirnya hanyut dan terbawa arus, sampai ke wilayah perairan Sulawesi, tepatnya di laut Kabupaten Buol.

Korban pertama kali ditemukan pada pukul 08.00 Wita, di wilayah laut Buol sekitar 72 mil dari daratan, oleh seorang nelayan Buol bernama Cici warga Lingkungan Poyapi, Kelurahan Buol, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Saat itu, Cici tengah menuju rompong, lokasi yang biasa digunakan nelayan untuk memancing ikan, sebelum akhirnya melihat speed boat berisi para korban dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Berdasarkan keterangan para korban, selama 15 hari terombang-ambing di laut lepas, mereka bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas. Untuk makanan, para korban hanya mengonsumsi gabus dan potongan kayu yang hanyut di laut.

Sementara untuk minum mereka menunggu air hujan turun, bahkan sesekali terpaksa meminum air laut demi mempertahankan hidup.

Dalam upaya menyelamatkan diri, dua orang penumpang terpaksa terjun ke laut guna mengurangi beban speed boat agar tidak tenggelam. Selain itu, dua unit mesin tempel berkekuatan 40 PK juga dibuang ke laut untuk menjaga keseimbangan kapal di tengah gelombang besar.

Selain mengalami kelelahan ekstrem dan dehidrasi berat, seluruh korban juga dilaporkan mengalami luka bakar pada kulit akibat terik matahari, setelah berhari-hari terpapar panas tanpa perlindungan memadai selama berada di laut terbuka.

Setelah berhasil dievakuasi oleh nelayan dan pihak terkait, seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli Kabupaten Buol, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan intensif.

Kondisi mereka dilaporkan lemas, mengalami dehidrasi, serta luka bakar matahari, sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan identitas korban serta penelusuran lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Termasuk memastikan aspek keselamatan, kemanusiaan, dan kemungkinan pelanggaran pelayaran lintas negara.

Peristiwa ini menjadi sorotan serius dan mengundang keprihatinan luas, sekaligus menjadi pengingat akan bahaya perjalanan laut jarak jauh menggunakan speed boat, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan regional.

Perlu diketahui Sejarah Kabupaten Buol dan Hubungannya dengan Sulawesi Utara dengan Filipina.

Letak strategis Kabupaten Buol berada di pesisir utara Pulau Sulawesi, di wilayah yang sejak dahulu menjadi jalur pelayaran antara Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Filipina Selatan.

Sejarah Awal: Kerajaan Buol (Sebelum Abad 19). Kerajaan Buol, wilayah Buol dulunya merupakan kerajaan lokal yang dipimpin raja (disebut Mokole atau Raja Buol).

Penduduknya berasal dari rumpun Austronesia yang bermigrasi dari Asia Tenggara dan Pasifik.

Hubungan Buol dengan Filipina. Sejak ratusan tahun lalu, orang Buol memiliki hubungan dagang dan budaya dengan orang Tausug dan Mindanao di Filipina Selatan.

Ada kesamaan bahasa dan adat (kelompok Bahasa Filipina Sulawesi). Orang laut dari Filipina sering singgah berdagang hasil laut dan rempah-rempah.

Ini sebabnya budaya pesisir Buol mirip Filipina Selatan dan Sulawesi Utara khususnya Minahasa dan Bolaang Mongondow.(***)

  

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pemkab Buol menerima #Penanganan kesehatan #Dirawat di rumah sakit #Warga Filipina terdampar