RADAR PALU - Kasus beras oplosan yang sempat menggemparkan berbagai daerah di Indonesia ternyata tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Masomba, Kota Palu.
Para pedagang setempat justru menyatakan bahwa penjualan beras tetap stabil selama beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan serta dukungan terhadap langkah tegas Kementerian Pertanian dalam menindak pelanggaran.
Fadli (26), salah satu pedagang beras di Pasar Masomba, menyebut bahwa sejak Juni hingga awal Agustus ini, omzet penjualan tidak mengalami penurunan.
"Penjualan tetap stabil selama bulan Juni hingga Agustus ini," ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu (07/08/2025).
Senada dengan Fadli, Haji Diri (65), pedagang beras senior di Pasar Masomba, menambahkan bahwa isu beras oplosan tidak terlalu memengaruhi kondisi pasar di Sulawesi Tengah.
"Selama ini tidak ada temuan kasus beras oplosan di daerah sini. Pembeli tetap datang karena mereka percaya kualitas beras yang kami jual," jelasnya.
Penegakan hukum terhadap pelaku pengoplosan beras di sejumlah wilayah lain di Indonesia mendapat sambutan positif dari para pedagang. Mereka menilai langkah tegas tersebut mampu menjaga kepercayaan publik terhadap pasar tradisional, khususnya sektor pangan pokok seperti beras.
Bahkan, para pedagang menyatakan dukungan penuh kepada Menteri Pertanian (Mentan) atas komitmennya memberantas praktik curang dalam distribusi pangan.
Menurut mereka, keberpihakan pemerintah terhadap pedagang kecil sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
Kondisi pasar yang tetap hidup dan stabil di tengah isu nasional menunjukkan bahwa pengawasan yang baik di tingkat daerah serta komunikasi yang terbuka antara pedagang dan pembeli menjadi kunci utama menjaga kestabilan sektor pangan.
Pasar Masomba menjadi bukti bahwa pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat, selama kepercayaan dan transparansi dijaga bersama.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin