Mahasiswa Untad Bawa Isu MBG, Karhutla hingga Kelangkaan BBM

Annisa Wibdy • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:07 WIB
Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) saat menggelar aksi di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, Kamis (10/9/2026). Massa aksi diterima Ketua Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, Bunda Wiwik. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.
Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) saat menggelar aksi di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, Kamis (10/9/2026). Massa aksi diterima Ketua Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, Bunda Wiwik. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.

RADAR PALU - Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Tadulako (Untad), Febriansyah, menyebut mahasiswa membawa sejumlah tuntutan dalam aksi yang digelar di depan kantor DPRD Sulteng, Jalan samratulangi, Kota Palu, Kamis (10/9/2026). Tuntutan tersebut mencakup isu nasional dan regional.

Febriansyah mengatakan, isu nasional yang disoroti mahasiswa meliputi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), revisi Undang-Undang TNI dan Polri, serta persoalan hak asasi manusia (HAM).

“Pada komitmen kali ini kami membawa dua tuntutan yaitu isu nasional maupun isu regional,” kata Febriansyah.

Baca Juga: Tim Tabur Kejaksaan Amankan DPO Korupsi Pengadaan Tanah di Palu

Untuk isu regional, mahasiswa menyoroti kepentingan masyarakat di Kota Palu dan Sulawesi Tengah, termasuk pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Selain itu, mahasiswa meminta DPRD Sulteng dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng memperkuat penanganan serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dinilai masih mengancam masyarakat.

Mahasiswa juga menyoroti dampak kemarau panjang terhadap masyarakat petani dan perkebunan. Mereka meminta pemerintah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak kondisi tersebut terhadap masyarakat.

Baca Juga: Ketua Fraksi PKS Tanggapi Aksi Mahasiswa, Sebut Dewan Sudah Evaluasi MBG

Persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi perhatian mahasiswa. Febriansyah mengatakan kondisi tersebut menyebabkan masyarakat harus mengantre untuk mendapatkan BBM.

Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi menimbulkan efek domino. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi dinilai dapat beralih menggunakan BBM bersubsidi ketika harga BBM nonsubsidi semakin tinggi.

“Ketika yang nonsubsidi mahal, otomatis masyarakat kelas atas bakal memilih BBM yang bersubsidi juga. Makanya itulah yang kemudian kita sayangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa UIN Datokarama Palu Soroti MBG hingga Kelangkaan BBM Subsidi 

Terkait pertemuan dengan Ketua Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, Bunda Wiwik, Febriansyah menyayangkan tidak hadirnya komisi-komisi terkait secara lengkap. Menurutnya, pihak yang hadir seharusnya dapat memberikan jawaban langsung terhadap tuntutan mahasiswa.

Ia mengatakan, jawaban yang diberikan dalam pertemuan tersebut belum menghasilkan solusi konkret. Mahasiswa hanya mendapat penyampaian bahwa aspirasi yang dibawa akan ditindaklanjuti.

Febriansyah menambahkan, tidak ada penandatanganan berita acara atau kesepakatan dalam pertemuan tersebut. Untuk aksi selanjutnya, mahasiswa Untad akan melakukan evaluasi dan berupaya menyatukan kembali gerakan bersama mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palu, termasuk UIN Datokarama, Unismuh, dan Unisa.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Harmonisasi Perubahan Rencana Kerja Perangkat Daerah Sigi

Editor : Annisa Wibdy
karhutla MBG Aksi mahasiswa mahasiswa untad bbm