RSUD Undata Telusuri Keluhan Keluarga Pasien, Bantah Pasien Disuruh Pulang

MOH FATHAHILA • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:51 WIB
dr. Franklin L. Sinanu, Wakil Direktur (wadir) pelayanan RSUD Undata, Kamis (03/09/2026). FOTO: MOH. FATHAHILA
dr. Franklin L. Sinanu, Wakil Direktur (wadir) pelayanan RSUD Undata, Kamis (03/09/2026). FOTO: MOH. FATHAHILA

RADAR PALU– Manajemen RSUD Undata menanggapi keluhan keluarga pasien yang sebelumnya menyoroti pelayanan medis rumah sakit tersebut. Keluarga pasien menilai pelayanan tim dokter RSUD Undata tidak profesional karena dinilai tidak memberikan kepastian penanganan medis.

Keluhan tersebut disampaikan Nurdin Usman kepada Radar Palu, Selasa (1/9/2026). Nurdin mengaku kecewa karena pasien rujukan dari Puskesmas Tambu, Kabupaten Donggala, yang kemudian dirujuk ke RSUD Undata, disebut tidak mendapatkan kepastian tindakan medis.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan medis yang diberikan oleh tim dokter di RSUD Undata. Berhari-hari tidak ada kepastian,” tutur Nurdin.

Baca Juga: Pelapor Pertanyakan Penggunaan Dokumen Tanah Hibah, Polda Sulteng Lakukan Gelar Perkara Khusus

Nurdin mengatakan, pasien dirujuk setelah hasil USG RS Pendau Tambu menemukan benjolan di sekitar ginjal yang disebut seperti kista. Namun, menurutnya, saat berada di RSUD Undata, pasien disebut tidak memiliki penyakit dan kemudian diminta pulang, meski masih merasakan sakit.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Undata, dr. Franklin L. Sinanu, mengatakan pihaknya menghargai keluhan keluarga pasien. Namun, ia menegaskan penilaian mengenai profesional atau tidaknya pelayanan harus berdasarkan fakta dan rekam medis secara lengkap.

“Kami menghargai keluhan yang disampaikan oleh keluarga pasien. Tapi untuk mengatakan bahwa suatu pelayanan tidak profesional, kita harus lihat faktanya dulu,” kata Franklin saat diwawancarai di RSUD Undata, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: RAPBN Rp4.097 Triliun Disebut Ekspansif, Safri: Sulteng Dapat Apa?

Menurut Franklin, berdasarkan data awal dalam rekam medis, tidak tepat jika dikatakan pasien datang kemudian dinyatakan tidak memiliki penyakit dan langsung disuruh pulang. Pasien disebut telah menjalani rawat inap dan dievaluasi oleh tiga dokter spesialis, termasuk terkait temuan kista.

Franklin menjelaskan, pasien masih akan menjalani penelusuran lebih lengkap. Namun, pasien kemudian meminta untuk pulang terlebih dahulu.

“Pasien pulang atas permintaan sendiri, bukan disuruh pulang,” ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Kemarau, Dinas Pertanian Palu Siapkan Penampungan Air untuk Jaga Ketahanan Pangan

Ia mengatakan, dua dokter menyatakan pasien sudah boleh pulang. Sementara dokter yang terakhir memeriksa masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena pasien masih mengeluhkan nyeri.

Terkait kondisi pasien yang masih merasakan sakit, Franklin mengatakan ditemukan atau tidak ditemukannya kelainan tertentu bukan berarti pasien dinyatakan tidak sakit. Rasa nyeri tetap harus dievaluasi, termasuk apakah berkaitan dengan kista ginjal yang ditemukan sebelumnya, karena kista ginjal bisa saja bukan menjadi penyebab utama nyeri.

Adapun terkait pengakuan Nurdin mengenai percakapan seorang dokter soal insentif dan keinginan untuk pindah rumah sakit, Franklin mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi karena belum mengetahui konteks pembicaraan maupun dokter yang dimaksud.

Baca Juga: PAB Morut Capai Rp379,6 Juta hingga Agustus 2026

Ia menegaskan, persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan tidak boleh memengaruhi profesionalisme dan pelayanan kepada pasien. Untuk persoalan insentif maupun remunerasi, kata Franklin, terdapat mekanisme internal yang dievaluasi setiap bulan.

“Persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan tidak boleh memengaruhi profesionalisme dan pelayanan kepada pasien,” tegasnya.

Franklin menambahkan, keluhan tersebut saat ini juga telah masuk melalui jalur pengaduan resmi. RSUD Undata akan melakukan penelusuran secara menyeluruh dan memberikan jawaban resmi kepada keluarga melalui mekanisme pengaduan tersebut.

Baca Juga: Bupati Buol Temui Investor Jagung di Surabaya, Dorong Peningkatan Produksi dan Investasi Pertanian

Ia memastikan, apabila ditemukan kekurangan dalam pelayanan maupun komunikasi, pihak rumah sakit akan melakukan perbaikan dan tindak lanjut.

RSUD Undata, lanjutnya, tidak menutup diri terhadap kritik. Namun, setiap kesimpulan harus berdasarkan fakta yang lengkap dan tidak hanya berasal dari satu pihak. Keselamatan dan kepentingan pasien tetap menjadi prioritas.***

Editor : MOH FATHAHILA
RSUDUndata PelayananKesehatan KeluargaPasien palu SulawesiTengah