Lahan Eks Likuefaksi Balaroa Terbakar, TNI-Damkar Bergerak Cepat

Wahono. • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:04 WIB
Petugas Damkar Kota Palu bersama TNI melakukan pemadaman kebakaran di lahan eks likuefaksi Balaroa, Minggu (30/8) sore.
Petugas Damkar Kota Palu bersama TNI melakukan pemadaman kebakaran di lahan eks likuefaksi Balaroa, Minggu (30/8) sore.

 

RADAR PALU – Kebakaran melanda lahan kosong bekas likuefaksi di Jalan Kelor, Lorong II, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Minggu (30/8/2026) sore. Api yang muncul sekitar pukul 16.00 WITA itu sempat mengancam lahan yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Informasi kebakaran diterima Babinsa Balaroa, Sertu Karyanto. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel TNI bersama petugas pemadam kebakaran menuju lokasi.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama. Sekitar pukul 16.20 WITA, tiga unit armada Damkar Kota Palu dan satu unit Damkar Kodim 1306/KP tiba di lokasi. Petugas kemudian melakukan penyemprotan untuk menghentikan perambatan api sekaligus memastikan titik-titik yang masih berpotensi menyala kembali.

Baca Juga: Cegah Curanmor, Polres Morowali Pasang Baliho Imbauan di 12 Titik Parkiran Kawasan PT IMIP 

Sinergi antara TNI, kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat membantu mempercepat proses penanganan. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 17.00 WITA.

“Respons cepat dari semua pihak sangat membantu, sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak sampai menjalar ke rumah warga,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Baca Juga: Polda Sulteng Tangkap Dua Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Parigi Moutong

Tidak ada korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian dalam kejadian tersebut. Sementara itu, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar setengah hektare.

Kondisi vegetasi yang mengering akibat cuaca menjadi salah satu faktor yang membuat api lebih mudah menyebar. Warga di sekitar lokasi diingatkan meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan terbuka yang banyak ditumbuhi rumput kering.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya respons cepat dan kepedulian bersama dalam mencegah kebakaran lahan, terlebih lokasi berada dekat dengan kawasan permukiman.

Editor : Wahono.
Eks Likufaksi tni balaroa damkar Kebakaran