Mentan Amran Dorong Alumni Tadulako Ubah Mindset dan Berani Ciptakan Lapangan Kerja

Rina Khalik • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:44 WIB
Menteri Pertanian RI, Andi Amran saat menyampaikan sambutan. (Taswi/Radar Palu).
Menteri Pertanian RI, Andi Amran saat menyampaikan sambutan. (Taswi/Radar Palu).

RADAR PALU – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mendorong generasi muda, khususnya alumni Universitas Tadulako (UNTAD) untuk mengubah pola pikir dan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.

Hal itu disampaikan Andi Amran saat memberikan motivasi dalam Dies Natalis ke 45 dan wisuda UNTAD Periode 138. Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang seseorang.

“Tidak mengenal kampus, tidak mengenal alumni siapa, sukses tidak mengenal turunan siapa, sukses tidak mengenal anaknya siapa, sukses tidak mengenal kelompoknya siapa. Sukses di tangan Anda sendiri,” ujar Andi Amran dalam sambutannya pada Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Program EMPOWER Tutup Fase, Save the Children Dorong Praktik Baik Tetap Berlanjut

Menurut dia, kesuksesan juga tidak mengenal perbedaan agama maupun suku. Yang menentukan adalah keyakinan terhadap masa depan serta kemauan untuk berusaha.

Ia kemudian mengutip ajaran agama tentang perubahan nasib dan menekankan pentingnya tindakan dalam mencapai keberhasilan.

Pada kesempatan itu Andi Amran menyampaikan bahwa pendidikan tinggi bukan satu-satunya penentu seseorang dapat meraih kesuksesan. Ia menyebut sejumlah tokoh yang pernah mengalami putus sekolah atau tidak menyelesaikan pendidikan formal, namun kemudian berhasil.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok Pertalite di Kota Palu dalam Kondisi Normal

Ia juga mendorong alumni Universitas Tadulako untuk tidak hanya menjadi job seeker atau pencari kerja, tetapi berani menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jangan menjadi job seeker, pencari kerja. Menciptakan lapangan kerja. Itulah alumni kamu,” katanya.

Andi Amran mengatakan Indonesia memiliki banyak peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda. Namun, peluang tersebut tidak akan menghasilkan sesuatu jika tidak disertai kerja dan tindakan.

Baca Juga: Bakti Kesehatan Polri Diserbu Ribuan Warga Palu, Polda Sulteng Bagikan 1.300 Paket Sembako

Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak terbiasa bergantung pada proposal atau permintaan bantuan untuk menjalankan kegiatan maupun usaha.

Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat membentuk mental meminta dan membuat seseorang tidak terbiasa menjalani proses. Ia menekankan bahwa kesuksesan membutuhkan proses, termasuk kegagalan dan penderitaan.

“Masalahnya anak-anak biasanya adalah tidak mau berproses tapi mau sukses. Tidak mungkin. Kalau mau sukses, siapkan gagal lima tahun, 10 tahun. Harus gagal. Pondasi sukses adalah gagal dan penderitaan,” katanya.

Baca Juga: Bahlil Janjikan Revisi Kepmen ESDM 157/2026, Safri: Kami Akan Kawal Sampai Tuntas!

Andi Amran juga mengingatkan generasi muda agar tidak takut menghadapi tekanan dan tantangan. Menurut dia, kemampuan seseorang akan terbentuk ketika berani menghadapi kondisi yang lebih berat.***

Editor : Rina Khalik
Lapangan pekerjaan kementerian pertanian Andi Amran untad Pertanian