IPM Dorong Pelajar Berani Bersuara Lewat TOT Nasional VOICE 2026

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:23 WIB
PP IPM menggelar TOT Nasional Voice Batch 2 di Palu untuk memperkuat kapasitas pelajar dan mendorong keberanian menyuarakan aspirasi. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU
PP IPM menggelar TOT Nasional Voice Batch 2 di Palu untuk memperkuat kapasitas pelajar dan mendorong keberanian menyuarakan aspirasi. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU

 

RADAR PALU - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menggelar Training of Trainer (TOT) Nasional Voice Batch 2 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas pelajar sekaligus mendorong lahirnya kader yang berani menyuarakan persoalan, khususnya terkait perlindungan anak dan pemberdayaan pelajar.

Ketua Umum PP IPM, Dany Rahmat Muharram, mengatakan agenda tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang diskusi dan ruang bertumbuh bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Sulawesi Tengah menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan agenda tersebut. 

Menurutnya, kegiatan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Peserta dan fasilitator diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum banyak mendapatkan akses wawasan mengenai isu pelajar dan masa depan mereka.

Baca Juga: TOT Nasional VOICE 2026 Digelar di Palu, Pemkot Palu Dorong Pelajar Berani Bersuara

"Agenda Training of Trainer ini ke depan kawan-kawan peserta, kawan-kawan fasilitator ini bisa memperluas jangkauan. Menjangkau pelosok-pelosok yang ada di seluruh negeri ini," kata Dany di Auditorium Wali Kota, Selasa (11/8/2026).

Ia menyatakan, salah satu fokus yang ditekankan dalam kegiatan tersebut ialah membuka ruang keberanian bagi anak perempuan untuk menyampaikan suara dan pengalaman mereka.

Menurutnya, pelajar perempuan perlu mendapatkan ruang yang aman untuk berbicara, termasuk dalam menyampaikan pengalaman maupun trauma yang mereka alami.

Baca Juga: Akibat Kepmen ESDM No.157, Aliansi Morowali Menggugat  Ancam Akan Demo Besar-besaran 

"Bagaimana kita membuka rahim keberanian bagi anak-anak perempuan untuk berbicara, memeluk trauma mereka dan membiarkan suara mereka terdengar nyaring ini tanpa tentunya rasa takut," tekannya

Ia menilai, keberanian untuk bersuara menjadi penting agar pelajar tidak hanya menjadi penonton ketika berhadapan dengan berbagai persoalan sosial, termasuk ketidakadilan.

Dany mengajak seluruh kader, komunitas, dan pemangku kebijakan menyatukan kekuatan agar upaya perlindungan anak tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga: Pengurusan SLHS SPPG di Palu Membludak, April Jadi Periode Paling Ramai  

"Bagaimana kita menyatukan setiap kepingan kekuatan kader, komunitas, pemangku kebijakan agar perlindungan anak yang kita gaungkan hari ini menjadi ikhtiar kolektif," katanya

Ia berharap peserta yang mengikuti kegiatan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman dari kegiatan tersebut ke daerah masing-masing sehingga dampaknya tidak berhenti di lokasi pelaksanaan.

"Harapannya apa yang kemudian kawan-kawan ikhtiarkan hari ini di agenda Training of Trainer ini mampu kemudian memberikan dampak yang lebih untuk pelajar Muhammadiyah dan pelajar secara umum yang ada di seluruh Indonesia," pungkasnya. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
VOICE TOT Nasional IPM perlindungan anak muhammadiyah