TOT Nasional VOICE 2026 Digelar di Palu, Pemkot Palu Dorong Pelajar Berani Bersuara

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU
Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU

 

RADAR PALU - Training of Trainers (TOT) Nasional Voicing Our Identity, Courage, and Empowerment (VOICE) 2026 digelar di Kota Palu. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas pelajar sekaligus mendorong generasi muda agar berani menyampaikan aspirasi dan mengambil peran dalam pembangunan.

Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, yang mewakili Wali Kota Palu, mengatakan tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

"Tema kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting bagi generasi muda kita," kata Irmayanti di Auditorium Wali Kota Palu, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Akibat Kepmen ESDM No.157, Aliansi Morowali Menggugat  Ancam Akan Demo Besar-besaran 

Menurutnya, terdapat tiga nilai utama yang menjadi pesan dalam kegiatan VOICE 2026, yakni identitas, keberanian, dan pemberdayaan.

Identitas dipandang penting agar pelajar memiliki karakter yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Generasi muda diharapkan tetap mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai agama, budaya, etika, dan kebangsaan

Sementara unsur keberanian tidak hanya dimaknai sebagai keberanian tampil di depan umum. Pelajar juga didorong berani menyampaikan kebenaran, menyuarakan aspirasi, membela kelompok yang lemah, serta menolak kekerasan dan perundungan

Baca Juga: Pengurusan SLHS SPPG di Palu Membludak, April Jadi Periode Paling Ramai  

Irmayanti menilai, pelajar tidak seharusnya hanya menjadi penerima kebijakan pemerintah. Mereka perlu diberi kesempatan untuk ikut menyampaikan gagasan dan terlibat dalam pembangunan.

"Anak dan pelajar jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Mereka harus diberikan ruang untuk menjadi subjek pembangunan," ujarmya

Melalui TOT Nasional ini, ia berharap pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjadi penggerak di lingkungannya.

Baca Juga: Ompreng MBG di Palu Bakal Diberi Label Batas Waktu Konsumsi  

Ia pun menuturkan bahwa perlindungan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan dan keagamaan, masyarakat, dunia usaha, media, serta anak-anak itu sendiri. 

Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik. Keamanan, kesehatan, serta ruang bagi anak dan generasi muda untuk berpartisipasi juga menjadi bagian penting dalam membangun Kota Palu. 

"Ketika kita berbicara tentang masa depan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang anak-anak dan generasi muda yang ada di hadapan kita hari ini. Mereka bukan hanya penerus kita, mereka adalah pemilik masa depan bangsa," tutupnya. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
VOICE TOT Nasional pelajar Pemkot Palu pemberdayaan