Dubes UEA Lirik KEK Palu, Posisi Strategis ALKI II Jadi Daya Tarik Investor

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:13 WIB
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mendampingi Duta Besar Uni Emirat Arab saat Meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mendampingi Duta Besar Uni Emirat Arab saat Meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU

 

RADAR PALU - Kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) ke Kota Palu dimanfaatkan untuk meninjau langsung potensi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Dalam kunjungan tersebut, Dubes UEA, Abdulla Salem Aldhaheri, bertemu dengan pengelola kawasan serta salah satu investor yang saat ini telah memasuki tahap pembukaan lahan (land clearing) sebagai bagian dari persiapan pembangunan proyek industri

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengatakan, kunjungan itu menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai keunggulan strategis yang dimiliki KEK Palu kepada pemerintah dan pelaku usaha internasional. Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah posisi KEK Palu yang dinilai memiliki daya saing sebagai kawasan investasi.

"Beliau meminta gambaran terkait seperti apa kondisi strategis yang dimiliki oleh kawasan ekonomi khusus sehingga kawasan ini bisa menjadi pilihan," kata Hadianto di Rumah Jabatannya, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Kementerian Hukum Kembali Raih Opini WTP Tahun 2025

Ia menjelaskan, investor yang telah berinvestasi di KEK Palu turut memaparkan alasan memilih kawasan tersebut sebagai lokasi pengembangan industri. Menurutnya investor saat ini telah memulai tahapan awal pekerjaan dan berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.

"Mereka berharap bahwa proses pembangunan bisa berjalan cepat sehingga mungkin dalam waktu dua tahun produksi sudah mulai berjalan," terangnya

Hadianto menilai, salah satu faktor yang menjadi daya tarik utama KEK Palu adalah lokasinya yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Posisi tersebut dinilai strategis karena menghubungkan kawasan Asia Timur dengan Australia serta didukung kedekatan terhadap sumber bahan baku yang dibutuhkan industri.

Baca Juga: Puluhan Buku Dwibahasa Segera Peroleh Perlindungan Hak Cipta Resmi 

Menurutnya, keunggulan geografis tersebut menjadikan KEK Palu memiliki potensi sebagai pusat logistik dan pelabuhan yang mampu menjangkau berbagai wilayah dengan waktu distribusi yang lebih efisien.

"Kawasan ekonomi yang sangat strategis berada di ALKI II yang menghubungkan wilayah atas China dengan wilayah bawah, ada Australia di sana, sehingga menjadi salah satu kawasan yang bisa menjangkau beberapa wilayah dengan cepat dan sangat dekat dengan kebutuhan atau raw material yang dibutuhkan kawasan," pungkasnya ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
Dubes UEA ALKI II investasi KEK Palu Hadianto Rasyid