RADAR PALU – Momen yudisium tak hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga ajang mengekspresikan rasa syukur dan kreativitas. Salah satu yang mencuri perhatian adalah buket bunga yang dibuat dari lembaran kertas revisi skripsi dan dibawa sejumlah mahasiswa saat mengikuti prosesi yudisium Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako, Jumat (31/07).
Alih-alih menggunakan bunga segar atau buket uang, beberapa mahasiswa memilih memanfaatkan tumpukan kertas revisi skripsi menjadi rangkaian bunga sebagai simbol perjuangan menyelesaikan tugas akhir. Kreasi tersebut menjadi cara unik untuk mengabadikan proses panjang yang telah mereka lalui hingga dinyatakan lulus.
Salah seorang mahasiswa, Larasati Ayuningrum, mengatakan ide membuat buket dari kertas revisi muncul karena ingin menjadikan lembaran-lembaran yang selama ini identik dengan proses bimbingan sebagai kenang-kenangan.
Baca Juga: BGN Serahkan Dugaan Kejanggalan 414 SPPG ke Kejagung, Diduga Libatkan Oknum Internal
"Tujuan utamanya supaya ada yang diingat setelah lepas dari skripsi ini sih," kata Laras.
Menurutnya, buket tersebut dibuat dengan biaya yang relatif terjangkau. Ia hanya mengeluarkan sekitar Rp50 ribu untuk membeli bahan wrapping, sementara bahan lain seperti tusuk sate dan gabus sudah tersedia di rumah sehingga tidak memerlukan biaya tambahan.
Selain menjadi bentuk dokumentasi perjuangan menyelesaikan skripsi, pembuatan buket tersebut juga dimanfaatkan Laras untuk mengisi waktu luang sembari menunggu pelaksanaan yudisium. Ia mengaku proses itu sekaligus menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas.
Baca Juga: Ketua MUI Kota Palu Dukung Penerapan Hukuman Mati bagi Koruptor Sesuai UU dan Nilai-Nilai Islam
"Dan juga saya mau melepaskan kegabutan dan kreativitasku di situ," ujarnya.
Laras menuturkan, membuat buket sendiri memang lebih hemat dibanding membeli buket yang sudah jadi. Namun, prosesnya membutuhkan ketelatenan karena seluruh rangkaian bunga dibuat secara manual.
Ia mengungkapkan, buket dari kertas revisi skripsi yang dibawanya saat yudisium membutuhkan waktu sekitar satu bulan hingga selesai dikerjakan.
Baca Juga: Menembus Sungai dan Jalan Berbatu, Mencari Potret Ekonomi dari Uwentumbu
"Kalau kamu tipe yang tidak mau repot, mending langsung beli. Tapi harganya lumayan. Kalau mau coba buat sendiri juga tidak masalah," katanya.
Fenomena buket dari kertas revisi skripsi ini menunjukkan bahwa tumpukan lembaran yang biasanya berakhir di tempat sampah dapat disulap menjadi karya bernilai estetika sekaligus simbol perjuangan mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Di momen yudisium, buket tersebut menjadi salah satu cara mengabadikan perjalanan panjang sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.***
Editor : MOH FATHAHILA