Dispar Palu Nilai Wisata Sungai Palu Berisiko, Pilih Fokus Kembangkan UMKM Di Bantaran  

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:38 WIB
Moh. Ridwan Karim, Kadis Pariwisata Kota Palu. FOTO : Annisa Tri Yusnida
Moh. Ridwan Karim, Kadis Pariwisata Kota Palu. FOTO : Annisa Tri Yusnida

 

RADAR PALU - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palu menilai Sungai Palu belum layak dikembangkan sebagai destinasi wisata susur sungai. Selain faktor keselamatan akibat keberadaan buaya, pemerintah justru melihat satwa reptil tersebut lebih tepat diposisikan sebagai identitas atau ikon Kota Palu daripada dijadikan daya tarik wisata air. 

Moh. Ridwan Karim, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu mengatakan, gagasan menjadikan Sungai Palu sebagai objek wisata sebenarnya sering muncul. Namun, kondisi sungai yang masih menjadi habitat buaya liar membuat konsep wisata menggunakan perahu atau aktivitas di atas air sulit diwujudkan.

"Kalau wisata sungai dengan perahu, risikonya besar karena buaya di Sungai Palu masih banyak. Aspek keselamatan pengunjung harus menjadi pertimbangan utama," kata Ridwan pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Dispar Palu Maksimalkan Potensi Wisata yang Sudah Berkembang

Ia menilai, keberadaan buaya justru dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari identitas Kota Palu. Seperti sejumlah daerah yang memiliki satwa khas sebagai ikon, buaya dinilai dapat dikemas menjadi simbol destinasi tanpa harus menghadirkan wisata yang bersentuhan langsung dengan habitatnya.

Karena itu, dari sisi Dispar lebih memilih mengembangkan kawasan di sepanjang bantaran Sungai Palu sebagai ruang wisata yang aman. Konsep yang disiapkan berupa penguatan kawasan kuliner, ruang publik, serta aktivitas ekonomi kreatif yang dapat dinikmati masyarakat tanpa memasuki area sungai.

Menurutnya, konsep tersebut lebih realistis sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dibanding memaksakan wisata susur sungai.

Baca Juga: WNA Asal China Terancam Dideportasi usai Nikah Siri dengan WNI di Buol

"Yang bisa kita kembangkan adalah kawasan tepi sungainya. Orang datang menikmati kuliner, berjalan di pedestrian, dan melihat sungainya dari lokasi yang aman," cetusnya

Ridwan menegaskan, pengembangan pariwisata Kota Palu akan selalu mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan.

Karena itu, setiap potensi wisata akan dikaji berdasarkan risiko, manfaat ekonomi, serta daya tariknya bagi wisatawan sebelum dikembangkan menjadi destinasi baru. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
buaya Palu pariwisata Palu Dispar Palu umkm Sungai Palu