Efisiensi Anggaran, Dispar Palu Maksimalkan Potensi Wisata yang Sudah Berkembang

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34 WIB
Taman Vatulemo yang menjadi prioritas Dispar Palu untuk dimaksimalkan sebagai wisata tujuan di Kota Palu. FOTO : MOH. FATHAHILA
Taman Vatulemo yang menjadi prioritas Dispar Palu untuk dimaksimalkan sebagai tujuan wisata di Kota Palu. FOTO : MOH. FATHAHILA

 

RADAR PALU - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palu saat ini memilih memfokuskan pengembangan destinasi wisata yang sudah berkembang pada 2026. Kebijakan itu diambil seiring efisiensi anggaran pemerintah, sehingga pembangunan kawasan wisata baru belum menjadi prioritas.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu, Moh. Ridwan Karim mengatakan, pihaknya mengarahkan anggaran yang tersedia untuk memaksimalkan destinasi yang telah memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Lapangan Vatulemo dan Lapangan Lasoso menjadi dua kawasan yang saat ini diprioritaskan untuk terus dibenahi. 

"Untuk sekarang kami fokus dulu menata yang hasilnya sudah cukup besar, seperti Lapangan Vatulemo sudah memberikan dampak terhadap parkir, UMKM, dan aktivitas masyarakat. Begitu juga Lasoso yang mulai tumbuh ekonomi kreatifnya," ujarnya kepada Radar Palu, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Longsor di Toboli-Kebun Kopi, BPJN Sulteng Kerahkan Alat Berat

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata membutuhkan investasi yang tidak sedikit, sementara hasilnya tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat. Karena itu, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia memilih mengoptimalkan destinasi yang sudah berjalan dibanding membuka kawasan wisata baru.

Meski demikian, ia mengakui pihaknya tetap menyiapkan sejumlah kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan pada masa mendatang. Salah satunya ialah kawasan Salena yang dinilai memiliki daya tarik wisata minat khusus berupa olahraga paralayang.

Ia mengatakan akses menuju kawasan tersebut kini sudah jauh lebih baik sehingga peluang pengembangannya semakin terbuka ketika kondisi fiskal memungkinkan

Baca Juga: LPS Sulampua dan Hannah Asa Indonesia Tingkatkan Literasi Keuangan Jurnalis Sulawesi Tengah

"Potensinya ada, terutama untuk paralayang. Tapi sekarang kami bertahap karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran," katanya.

Selain Salena, pengembangan kawasan bukit Uwentumbu juga masih menunggu kesiapan anggaran. Ia menilai setiap destinasi harus dikembangkan berdasarkan potensi kunjungan wisatawan dan manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

Karena itu, strategi pengembangan pariwisata Kota Palu saat ini lebih diarahkan pada peningkatan kualitas destinasi yang telah dikenal masyarakat, sekaligus memperkuat aktivitas UMKM dan ekonomi kreatif di sekitarnya.

Baca Juga: JPU Tuntut Rahmansyah dan Arifin 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Mess Morowali

"Kalau orang sudah datang ke suatu tempat, baru kita tata supaya lebih bagus. Tujuannya agar kunjungan meningkat dan ekonomi masyarakat ikut bergerak," jelasnya

Di sisi lain, promosi pariwisata juga disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran. kini pihaknya lebih mengandalkan media sosial pemerintah untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Kota Palu dibanding menggunakan promosi konvensional yang membutuhkan biaya lebih besar

"Kalau buat promosi, paling tinggal pakai saran yang ada, misalnya Kominfo bagikan di sosial media. Tinggal begitu saja, untuk mencari gratis" tandasnya. ***

Editor : Annisa Tri Yusnida
pariwisata Palu Dispar Palu Taman Lasoso destinasi wisata Vatulemo