RADAR PALU - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 870 mahasiswa baru dari lima program studi dan mengangkat kearifan lokal Kaili sebagai salah satu identitas yang diperkenalkan kepada peserta.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Untad, Dr. Rismawati, mengatakan pelaksanaan PKKMB tahun ini mendapat antusiasme dari seluruh unsur sivitas akademika. Kepanitiaan tidak hanya melibatkan pimpinan fakultas dan dosen, tetapi juga tenaga kependidikan serta mahasiswa yang berasal dari 16 lembaga kemahasiswaan.
"Untuk PKKMB tahun 2026 ini memang antusias. Antara pimpinan fakultas dan jajarannya, termasuk kepanitiaan, semua antusias. Pelibatan di kepanitiaan itu tidak hanya dosen saja, tetapi melibatkan tendik dan sebagian besar mahasiswa, terutama dari 16 lembaga," kata Rismawati, Rabu (29/07).
Baca Juga: Dinas UMKM Palu Permudah Akses Modal dan Legalitas Usaha, Pengajuan Bisa Lewat Sangupalu
Ia menjelaskan, peserta PKKMB tahun ini berasal dari mahasiswa baru yang diterima melalui berbagai jalur seleksi, termasuk jalur PKPT (Jalur Pemenugan Kuota) 2025, dengan total sekitar 870 orang. Sementara mahasiswa yang diterima melalui jalur PKPT 2026 akan mengikuti PKKMB pada 2027 sesuai ketentuan universitas.
Selama pelaksanaan PKKMB, mahasiswa baru dari Program Studi Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi, Antropologi, dan Ilmu Komunikasi akan diperkenalkan dengan lingkungan akademik di FISIP Untad. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Rektor Universitas Tadulako beserta jajaran juga dijadwalkan meninjau pelaksanaan PKKMB di seluruh fakultas.
Pada PKKMB tahun ini, FISIP Untad juga memperkenalkan budaya lokal Kaili melalui penggunaan busana adat berupa siga bagi mahasiswa laki-laki dan sampolu bagi mahasiswa perempuan.
Baca Juga: Sulteng Dorong Pengembangan Sapi sebagai Produk Peternakan Strategis
"Bagaimana kita menggali kearifan lokal, memperkenalkan kepada mahasiswa baru inilah jati diri Tadulako yang sebenarnya. Itu dikemas dengan busana menggunakan siga bagi laki-laki dan sampolu bagi perempuan," ujarnya.
Selain menjadi ajang pengenalan kehidupan kampus, PKKMB juga diharapkan menjadi awal terbentuknya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi mahasiswa baru.
"Saya berkomitmen bagaimana kemudian bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tentunya inklusif yang jauh dari kekerasan, termasuk kekerasan seksual maupun segala bentuk intoleransi," tutup Rismawati.***
Editor : MOH FATHAHILA