RADAR PALU - PNM Cabang Palu menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan konservasi Pantai Dupa, Kelurahan Layana, Kota Palu, Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Mangrove Sedunia itu menggandeng Komunitas Manggrovers Sulawesi Tengah, pelajar, dan masyarakat pesisir sebagai upaya rehabilitasi ekosistem Teluk Palu.
Pimpinan PNM Cabang Palu, M. Akbar Rifani, mengatakan penanaman tersebut merupakan bagian dari program PNM Green Impact yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
"Hari ini, dalam rangka Hari Mangrove Sedunia, PNM Cabang Palu melaksanakan penanaman 1.000 bibit pohon mangrove di Pantai Layana, Kota Palu," kata Akbar.
Baca Juga: Satu Keluarga Jadi Korban Penyerangan di Duyu, Ayah dan Anak Kecil Meninggal Dunia
Menurutnya, Manggrovers dipilih sebagai mitra karena selama ini aktif melakukan pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Pantai Layana. Kolaborasi tersebut menjadi kerja sama perdana antara PNM Cabang Palu dengan komunitas tersebut.
Akbar juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang terlibat, mulai dari anggota Manggrovers, pelajar SMA di Kota Palu, hingga karyawan PNM. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjaga ekosistem pesisir.
Ia mengungkapkan, kawasan Pantai Layana merupakan salah satu wilayah yang terdampak tsunami pada 2018 sehingga rehabilitasi mangrove dinilai penting untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus memulihkan ekosistem.
PNM juga berkomitmen melanjutkan program serupa di sejumlah titik lain di wilayah kerja Cabang Palu yang mencakup Provinsi Sulawesi Tengah.
"Harapannya mangrove ini bisa bermanfaat menjaga ekosistem laut dan keanekaragaman hayati. PNM tidak hanya berfokus pada bisnis dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus seimbang dengan aspek sosial serta pembinaan lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Manggrovers Sulawesi Tengah, Ipang, menyambut baik keterlibatan PNM dalam rehabilitasi mangrove di Teluk Palu. Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki manfaat besar bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.
"Mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari menyerap karbon, meredam tsunami, banjir, abrasi, hingga menjadi tempat berkembang biaknya biota laut," kata Ipang.
Ipang menjelaskan, hutan mangrove juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan karena menjadi habitat berbagai jenis ikan. Dengan adanya mangrove, nelayan tidak perlu melaut jauh karena kawasan tersebut menjadi tempat berkembang biaknya berbagai jenis ikan.
Selain itu, rehabilitasi mangrove juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui kegiatan pembibitan.
"Bibit yang kami tanam berasal dari masyarakat pesisir, sehingga ada perputaran ekonomi di kawasan tersebut," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 orang terlibat, terdiri dari sekitar 50 anggota Manggrovers Sulawesi Tengah, pelajar SMA Negeri 3 Palu, SMK Negeri 7 Palu, Pemuda Hindu Kota Palu, karyawan PNM, serta masyarakat sekitar.
Ipang berharap kegiatan penanaman mangrove tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi terus berlanjut agar Teluk Palu semakin terlindungi dari ancaman bencana. Menurutnya, mangrove merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana yang dapat mendukung keamanan kawasan pesisir Kota Palu.***
Editor : MOH FATHAHILA