RADAR PALU – Hubungan persahabatan antara Kota Palu dan Kota Iwanuma, Prefektur Miyagi, Jepang, kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kota Iwanuma menyalurkan bantuan sebesar 50 ribu yen untuk warga penyintas gempa, tsunami, dan likuefaksi 2018 yang kini tinggal di hunian tetap (huntap).
Ucapan terima kasih disampaikan langsung Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melalui video yang diunggah akun Instagram Diskominfosantik Kota Palu, Minggu (19/7/2026).
Dalam pesannya, Hadianto menyampaikan salam hormat kepada masyarakat Iwanuma. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang terus diberikan kepada Kota Palu, bahkan setelah proses rehabilitasi dan rekonstruksi memasuki tahap yang lebih matang.
Baca Juga: Musorkab I KONI Morut Digelar, Delis Siapkan Cabor Prioritas Bidik Prestasi Porprov X
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang sangat baik. Kami mendapatkan bantuan sebesar 50 ribu yen untuk keluarga kami yang saat ini telah menempati hunian tetap pascagempa 2018," ujar Hadianto.
Wali kota juga mengapresiasi Japan Overseas Cooperative Association (JOCA) yang selama ini menjadi penghubung kerja sama antara Pemerintah Kota Palu dan Pemerintah Kota Iwanuma.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mempererat hubungan antardaerah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang masih menjalani kehidupan baru setelah bencana besar 28 September 2018.
Baca Juga: PT CPM Paparkan Luas Tambang Poboya, Sistem Tailing hingga Rencana Underground Mining
"Kami berharap hubungan antara Kota Palu dan Iwanuma terus tumbuh menjadi hubungan yang semakin kuat dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua kota," katanya.
Persahabatan yang Terjalin Lewat Pemulihan Pascabencana
Hubungan Palu dan Iwanuma telah berlangsung selama beberapa tahun melalui berbagai program kemanusiaan dan penguatan kapasitas yang difasilitasi JOCA.
Melansir keterangan Prokopim Setda Kota Palu dan Tim Media Center Diskominfosantik Kota Palu, salah satu tonggak penting kerja sama tersebut terjadi saat Wali Kota Iwanuma, Jun'ichi Satō, bersama rombongan melakukan kunjungan balasan ke Kota Palu pada 13–15 Juli 2025.
Saat tiba di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Jun'ichi Satō disambut dengan prosesi adat Kaili. Hadianto memakaikan siga, penutup kepala khas Sulawesi Tengah, sebagai simbol penghormatan sekaligus persahabatan antara kedua kota.
Selain menghadiri agenda diseminasi proyek kerja sama, rombongan juga diajak melihat langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah lokasi.
Meninjau Simbol Kebangkitan Kota Palu
Rangkaian kunjungan dimulai dari Kelurahan Petobo, kawasan yang terdampak likuefaksi pada gempa 28 September 2018. Di lokasi itu, rombongan meninjau rencana pembangunan Tugu Likuefaksi yang akan menjadi monumen pengingat sekaligus sarana edukasi kebencanaan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke proyek rehabilitasi Elevated Road dan Jembatan Palu IV, dua infrastruktur yang menjadi bagian penting dalam pemulihan Kota Palu.
Jembatan Palu IV dibangun kembali oleh Tokyu Construction Co., Ltd. di bawah pengawasan Oriental Consultant Global Co., Ltd. melalui hibah Japan International Cooperation Agency (JICA) sejak 2022. Jembatan sepanjang 1.073 meter itu kini kembali menjadi jalur penghubung utama masyarakat sekaligus simbol bangkitnya Kota Palu setelah bencana.
Di sela-sela kunjungan, Hadianto dan Jun'ichi Satō juga menyempatkan menyapa warga sekitar serta berfoto bersama sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kota Palu, bantuan terbaru dari Iwanuma menjadi bukti bahwa hubungan yang dibangun sejak masa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada kunjungan seremonial. Persahabatan kedua kota terus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya para penyintas yang kini telah memulai kehidupan baru di hunian tetap.***
Editor : Muhammad AwaludinSumber : DISKOMINFOSANTIK KOTA PALU