Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Palu Jadi Percontohan Program SEED di Sulteng, Sasakawa Bidik 30 Wirausaha Muda Berdampak

Annisa Tri Yusnida • Jumat, 26 Juni 2026 | 17:56 WIB
Program Social Entrepreneurship and Economic Development (SEED) di Kota Palu menargetkan 30 generasi muda mengikuti pelatihan kewirausahaan sosial guna mencetak pelaku usaha yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. (ILUSTRASI AI)
Program Social Entrepreneurship and Economic Development (SEED) di Kota Palu menargetkan 30 generasi muda mengikuti pelatihan kewirausahaan sosial guna mencetak pelaku usaha yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. (ILUSTRASI AI)

RADAR PALU – Kota Palu kembali dipercaya menjadi daerah percontohan pengembangan kewirausahaan sosial di Sulawesi Tengah. Melalui program Social Entrepreneurship and Economic Development (SEED), Sasakawa Peace Foundation (SPF) menargetkan 30 generasi muda mengikuti pelatihan wirausaha sosial sepanjang 2026.

Program Officer Sasakawa Peace Foundation, Dissa Syakina Ahdanisa, mengatakan program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Inkubator Bisnis (Inbis) dan Pemerintah Kota Palu. Kolaborasi ini bertujuan melahirkan anak-anak muda yang tidak hanya mampu membangun usaha, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

"Tahun ini kami ingin memperluas cakupan program menjadi 30 anak muda. Kami juga meminta dukungan Pemerintah Kota Palu untuk mengajak lebih banyak generasi muda terlibat," ujar Dissa, Kamis (25/6/2026). 

Baca Juga: 10 Tim Terpilih Ikuti Program SEED 2026, Fokus pada Dampak Sosial dan Lingkungan

Dissa menjelaskan, pelaksanaan Program SEED sebelumnya telah menjangkau sekitar 1.000 mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Kota Palu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 peserta lolos seleksi dan mengikuti pelatihan intensif, termasuk memperoleh akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah untuk mengembangkan usahanya.

Menurutnya, hingga saat ini Kota Palu menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tengah yang menjalankan Program SEED.

"Nah ternyata di Sulawesi Tengah itu baru Kota Palu yang ada program seperti ini," katanya. 

Baca Juga: Program Palu Mapan Masuk Tahap Tanam, Bibit Cabai dan Tomat Sudah Disebar

Ia menegaskan, konsep SEED berbeda dengan pelatihan kewirausahaan pada umumnya. Program ini tidak hanya mengajarkan cara membangun bisnis yang menguntungkan, tetapi juga mendorong peserta menciptakan usaha yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.

"Tujuan kami bukan sekadar mencetak pebisnis, tetapi melahirkan wirausaha sosial yang usahanya memiliki dampak sosial dan lingkungan," tegasnya.

Dissa menilai generasi muda memegang peran strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai inklusi di Kota Palu. Karena itu, konsep kewirausahaan sosial perlu ditanamkan sejak dini agar lahir agen-agen perubahan yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial melalui inovasi usaha.

"Kalau konsep inklusi tidak diajarkan kepada anak muda dari sekarang, nilai itu bisa hilang. Kami berharap mereka nantinya menjadi agen perubahan bagi Kota Palu melalui usaha yang mereka bangun," pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Program SEED #Wirausaha Sosial #Generasi muda #kota palu #Sasakawa Peace Foundation