Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kasat Pol PP Palu Pastikan Penertiban Pedagang Pasar Masomba Dilakukan Secara Humanis

Annisa Tri Yusnida • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:26 WIB
Kasat Pol PP Kota Palu, Muhlis, menegaskan penertiban pedagang di kawasan Pasar Masomba dilakukan secara humanis dan mengedepankan keadilan guna menciptakan ketertiban serta mengurangi kemacetan lalu lintas. FOTO: ANNISA NURUL WIBDY/RADAR PALU 
Kasat Pol PP Kota Palu, Muhlis, menegaskan penertiban pedagang di kawasan Pasar Masomba dilakukan secara humanis dan mengedepankan keadilan guna menciptakan ketertiban serta mengurangi kemacetan lalu lintas. FOTO: ANNISA NURUL WIBDY/RADAR PALU 

 

RADAR PALU – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Muhlis, menegaskan bahwa upaya penertiban pedagang yang berjualan di trotoar dan badan jalan kawasan Pasar Masomba dilakukan dengan pendekatan humanis serta mengedepankan keadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhlis saat berada di DPRD Kota Palu, Kamis (18/6/2026). Ia menegaskan bahwa langkah penataan pasar bukan bertujuan menekan pedagang, melainkan menciptakan ketertiban dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Muhlis mengungkapkan, sejak dilantik sebagai Kasat Pol PP pada 15 Juni 2026, dirinya langsung mendapat arahan untuk memantau sejumlah persoalan ketertiban umum, termasuk aktivitas perdagangan di Pasar Masomba yang selama ini kerap memicu kemacetan lalu lintas. 

Baca Juga: Ratusan Buruh PT NNI Geruduk Disnakertrans Morut, Laporkan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan

"Kami tidak boleh bosan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kalau ada yang melanggar aturan tentu harus ditertibkan, tetapi pesan pimpinan jelas, penertiban harus mengedepankan pendekatan yang humanis dan berkeadilan," ujar Muhlis.

Menurutnya, personel Satpol PP telah diperintahkan untuk siaga di lapangan guna meminimalkan berbagai pelanggaran yang terjadi. Pengawasan juga dilakukan secara intensif melalui patroli rutin yang melibatkan bidang Penegakan Peraturan Daerah (PPU) serta Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum).

Ia menyebut, patroli bahkan dilakukan hingga malam hari untuk memastikan kondisi kawasan pasar tetap terkendali.

Muhlis mengakui penataan pedagang di Pasar Masomba bukan pekerjaan mudah. Kompleksitas persoalan pasar, kata dia, membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak serta pendekatan yang persuasif kepada para pedagang.

"Persoalan pasar itu kompleks. Banyak pihak yang harus dirangkul. Karena itu kami tidak mungkin langsung bertindak represif. Pedagang yang berjualan di trotoar kami ajak berdialog, bahkan dibantu memindahkan dagangannya ke tempat yang lebih sesuai," katanya.

Terkait kemacetan yang kerap terjadi di sekitar pasar, Muhlis menilai persoalan tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh pedagang. Ia menyoroti perilaku sebagian pembeli yang memilih bertransaksi dari atas kendaraan sehingga memicu aktivitas jual beli di pinggir jalan.

"Pembeli sering kali tidak mau turun dari kendaraannya. Akibatnya pedagang terpancing keluar mendekati pembeli sehingga aktivitas jual beli terjadi di pinggir jalan dan mengganggu arus lalu lintas," jelasnya.

Karena itu, Satpol PP mengimbau masyarakat memanfaatkan area parkir yang telah tersedia dan berbelanja di dalam pasar agar aktivitas perdagangan tidak meluber ke badan jalan.

Muhlis juga mengungkapkan bahwa pemerintah bersama pedagang sebelumnya telah menyepakati batas waktu relokasi. Berdasarkan kesepakatan tersebut, para pedagang diberikan kesempatan hingga akhir pekan ini untuk menempati lapak yang tersedia di dalam pasar.

"Kesepakatan sebelumnya berakhir minggu ini. Hari Senin seluruh pedagang diharapkan sudah berjualan di dalam pasar," tegasnya.

Sementara itu, bagi pedagang yang nantinya akan dipindahkan ke kawasan terminal lama, pemerintah masih menunggu kesiapan lokasi tersebut. Selama proses persiapan berlangsung, pedagang tetap diarahkan untuk menempati lapak yang tersedia di dalam area pasar.

Muhlis menegaskan, Satpol PP akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan agar ketertiban kawasan Pasar Masomba tetap terjaga.

"Jangan bosan-bosan. Satpol PP bekerja lebih dari 24 jam untuk menjaga ketertiban. Yang terpenting adalah membangun kesadaran bersama agar pasar tetap tertib, nyaman, dan tidak menimbulkan kemacetan," pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Muhlis #Penertiban Pedagang #satpol pp palu #Kemacetan Palu #Pasar Masomba