RADARPALU - Himpunan Pelajar Mahasiswa Dampelas (HPMD) mengawali rangkaian peringatan Milad ke-24 dengan menggelar aksi reboisasi mangrove di kawasan pesisir Kota Palu, Sabtu (13/6).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemuda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus bentuk kontribusi organisasi kepada masyarakat dan alam.
Aksi penanaman mangrove tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara HPMD, Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tadulako (HMTPWK-UNTAD), Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah, dan komunitas Mangrovers.
Baca Juga: HPMD Rayakan Milad ke-24, Para Pelestari Budaya Serukan Persatuan untuk Jaga Identitas Dampelas
Puluhan peserta turun langsung ke kawasan pesisir untuk menanam bibit mangrove sebagai upaya mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pantai Kota Palu.
Pemilihan kegiatan reboisasi mangrove sebagai agenda pembuka Milad ke-24 bukan tanpa alasan.
Mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, habitat berbagai biota laut, sekaligus penyerap karbon yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Baca Juga: DPRD Kota Palu Bentuk Tim AKP, Saring Raperda Prioritas untuk Propemperda 2027
Oleh karena itu, penanaman mangrove dipandang sebagai bentuk investasi ekologis yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ketua Umum HPMD, Septiani Susba Yuska, menyampaikan bahwa Milad HPMD tahun ini tidak hanya difokuskan pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kami ingin Milad HPMD menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pemuda memiliki tanggung jawab terhadap masa depan daerah, termasuk dalam menjaga lingkungan. Melalui penanaman mangrove ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi kecil yang bernilai besar bagi keberlanjutan ekosistem pesisir Kota Palu," ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi lintas organisasi dan komunitas dalam mendorong gerakan pelestarian lingkungan.
Kehadiran HMTPWK-UNTAD memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya tata kelola kawasan pesisir yang berkelanjutan, sementara komunitas Mangrovers berbagi pengalaman teknis terkait penanaman dan pemeliharaan mangrove.
Aksi reboisasi ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-24 HPMD yang akan mencapai puncaknya pada Ahad, 14 Juni 2026 melalui Silaturahmi Akbar dan Dialog Kebudayaan bertema "Dampelas Bertahan: Menjaga Identitas Daerah di Tengah Arus Modernisasi" di Gedung Kesenian Kota Palu.
Baca Juga: Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng Ingatkan Disiplin Aparatur Jadi Fondasi Kualitas Layanan
Melalui rangkaian kegiatan yang memadukan kepedulian lingkungan, penguatan silaturahmi, dan pelestarian budaya, HPMD menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai organisasi yang tidak hanya membangun kualitas sumber daya manusia, tetapi juga turut menjaga alam dan identitas daerah.
Dari pesisir Kota Palu, semangat Milad ke-24 HPMD dimulai dengan menanam mangrove, menanam kepedulian, dan menanam harapan bagi masa depan yang lebih baik.(*)
Editor : Mugni Supardi