RADAR PALU - Sabtu pagi (13/6) di Makodam XXIII Palaka Wira tak seperti biasanya. Bukan apel pasukan yang jadi pusat perhatian, tapi deretan sepeda yang berbaris rapi di halaman.
Mayjen TNI Jonathan Binsar P Sianipar turun langsung jadi komandan peleton. Kali ini bukan memimpin prajurit, tapi 60 komunitas sepeda se-Kota Palu. Start dari Makodam, finish di Kantor BRI Cabang Palu. Jaraknya 40 kilometer keliling Palu sampai Sigi.
Saat kayuhan dimulai, yang ngobrol di samping Pangdam bukan cuma Kasdam dan para perwira. Ada Area Head BRI Palu Asep Suhendra, ada Area Transaction Funding Manager Mandiri Palu, Opon Sopandi, serta pimpinan Radar Palu Jawa Pos. Bank dan Kodam satu jalur, satu ritme.
Baca Juga: Bukan Soal Membayar Pajak, Pemkot Palu Soroti Kepatuhan Pelaporan Omzet KFC
"Agenda lain boleh lewat tapi goes prioritas," kata Jonathan sambil mengayuh. Kalimat itu jadi kode keras: silaturahmi dan kesehatan nggak bisa ditunda rapat.
Empat penggowes perempuan ikut meramaikan barisan. Di tengah mayoritas pria, kayuhan mereka jadi penanda kalau gowes ini memang untuk semua. Demi kelancaran, Polisi Militer buka jalan dan ambulans standby di belakang.
Finish di BRI bukan tanpa makna. Setelah 40 KM, obrolan nggak berhenti di garis finish. Justru di situ, antara Pangdam, perbankan, dan komunitas sepeda, rencana-rencana kota mulai disusun.
Baca Juga: 16 Perusahaan Tambang Bangun Jalan di Morowali-Morut Lewat CSR Rp355 Miliar
Sekedar diketahui, gowes Sabtu pagi bukan cuma olahraga. Ini diplomasi pedal. Kodam buka ruang, perbankan turun ke jalan, komunitas jadi jembatan. Semua ngobrol tanpa dasi, tapi hasilnya nyata buat Palu. ***
Editor : Muhammad Awaludin