Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dinkes Kota Palu: Edukasi Jadi Kunci Hilangkan Stigma ODHA

Annisa Tri Yusnida • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB
Dinas Kesehatan Kota Palu tekankan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHA di Kota Palu. FOTO Ilustrasi
Dinas Kesehatan Kota Palu tekankan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHA di Kota Palu. FOTO Ilustrasi

RADAR PALU – Dinas Kesehatan Kota Palu menegaskan pentingnya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya penanganan HIV di tengah meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, mengatakan tantangan dalam penanganan HIV tidak hanya berkaitan dengan aspek medis. Menurutnya, stigma sosial yang masih berkembang di masyarakat menjadi hambatan yang perlu diatasi.

“Masih ada stigma, itu yang harus kita hilangkan,” ujar Rochmat di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026). 

Baca Juga: Dinkes Palu Catat 2.024 Kasus HIV, Didominasi Usia Produktif

Ia menegaskan tidak boleh ada bentuk diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. Menurutnya, setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang sama tanpa memandang kondisi kesehatannya.

“Tidak boleh kita diskriminasi. Mereka itu manusia juga, sama seperti kita,” tegasnya.

Rochmat menjelaskan sebagian kasus HIV di Kota Palu ditemukan pada kelompok laki-laki yang berhubungan sesama jenis. Namun, ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan harus tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.

Menurutnya, upaya penanganan HIV tidak boleh diwarnai pelabelan maupun stigma terhadap kelompok tertentu. Edukasi dan pendampingan dinilai lebih efektif dibandingkan pengucilan. 

Baca Juga: KPAK Selenggarakan Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor, Tekan Penyebaran HIV/AIDS

“Yang penting itu edukasi, bukan menghakimi. Jangan dikucilkan, tapi dirangkul dan diarahkan,” katanya.

Ia juga menyoroti meningkatnya pembahasan mengenai HIV di ruang publik yang banyak dipengaruhi perkembangan media sosial. Di satu sisi, informasi dapat tersebar lebih cepat. Namun di sisi lain, informasi yang tidak tepat berpotensi memperkuat stigma dan kesalahpahaman.

“Sekarang semua cepat viral karena medsos. Kalau tidak ada medsos mungkin tidak sebesar ini,” ujarnya.

Rochmat menegaskan pemerintah terus mengedepankan edukasi, pencegahan, serta pendampingan bagi pasien HIV. Pendekatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mencegah penularan.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat umum, pendampingan juga dilakukan kepada pasien yang telah terdiagnosis HIV agar dapat menjalani pengobatan dan mengurangi risiko penularan. 

Baca Juga: Kasus HIV di Kota Palu Capai 2.021, DPRD Dorong Riset Mendalam untuk Ungkap Akar Penyebaran

“Yang kita lakukan itu edukasi terus-menerus, termasuk pada yang sudah positif agar tidak menularkan,” tandasnya.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Palu terus mendorong peningkatan edukasi masyarakat sebagai bagian dari upaya penanganan HIV yang berkelanjutan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Dinkes Kota Palu #HIV/AIDS #ODHA #Rochmat Jasin Moenawar #kesehatan masyarakat