RADAR PALU – Ketidakstabilan tegangan listrik di kawasan Jalan Zebra 4, Kota Palu, dikeluhkan warga dan pelaku usaha. Kondisi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir itu disebut menyebabkan sejumlah peralatan elektronik rumah tangga cepat mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas usaha yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
Keluhan datang dari warga yang tinggal di kawasan perumahan Jalan Zebra 4 hingga pelaku usaha yang berada dalam satu jaringan distribusi listrik. Mereka mengaku telah menyampaikan aduan kepada PLN, namun hingga kini belum ada solusi yang dirasakan di lapangan.
Salah satu warga, Yoga Thalib, mengatakan lampu di rumahnya kerap meredup terutama pada malam hari. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada peralatan elektronik yang digunakan sehari-hari.
Baca Juga: Ledakan Awali Kebakaran Rumah di Talise, Diduga Akibat Korsleting Listrik
“Televisi dan kulkas sering rusak,” ujar Yoga kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan pengelola Hotel Purple dan Zermatt Billiard yang beroperasi di kawasan yang sama. Mereka mengaku ketidakstabilan tegangan listrik mengganggu operasional usaha dan berpotensi menimbulkan kerugian akibat kerusakan perangkat elektronik.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Palu (Jawa Pos Group), kondisi tegangan listrik tidak normal terjadi di sekitar Jalan Zebra 4 hingga Jalan Dewi Sartika.
Baca Juga: Sensus Ekonomi Dimulai Mei, Pemkot Palu Temukan Masalah di Data Listrik
Penyebabnya diduga berkaitan dengan keterbatasan jumlah gardu pembagi yang saat ini melayani kawasan permukiman padat penduduk tersebut. Kapasitas distribusi listrik dinilai tidak lagi sebanding dengan pertumbuhan jumlah rumah dan kebutuhan daya di wilayah tersebut.
Kawasan Zebra 4 diketahui mengalami perkembangan permukiman yang cukup pesat. Namun, gardu pembagi yang menyuplai jaringan listrik berada cukup jauh, yakni di sekitar Jalan Ramba.
Jarak gardu yang relatif jauh membuat pasokan listrik harus melayani beban yang besar, terutama saat jam-jam penggunaan listrik tinggi atau beban puncak. Kondisi inilah yang diduga menyebabkan tegangan listrik mengalami penurunan atau drop voltage.
Seorang petugas PLN yang melakukan pemantauan di lokasi pada Selasa (26/5/2026) membenarkan kondisi tersebut.
“Gardu yang menyuplai jaringan listrik di kawasan Zebra jauh berada di sekitaran Jalan Ramba,” katanya.
Rumah Tangga dan Pelaku Usaha Sama-Sama Terdampak
Dampak ketidakstabilan listrik tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga sektor usaha yang bergantung pada pasokan listrik yang konsisten.
Bagi pelaku usaha seperti hotel dan tempat hiburan, kualitas listrik menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan pelanggan dan memastikan seluruh peralatan beroperasi normal. Gangguan tegangan berpotensi menyebabkan kerusakan perangkat elektronik, meningkatkan biaya perawatan, hingga mengganggu pelayanan kepada konsumen.
Sementara bagi rumah tangga, kerusakan perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, dan peralatan rumah tangga lainnya dapat menambah beban pengeluaran keluarga.
Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya langkah cepat untuk memperbaiki kualitas jaringan listrik di kawasan Jalan Zebra 4 dan sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait rencana penambahan gardu pembagi maupun perbaikan jaringan untuk mengatasi ketidakstabilan tegangan listrik di kawasan Jalan Zebra 4 dan Jalan Dewi Sartika, Kota Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin