RADAR PALU – Gerakan Ibadah Full, Sampah Zero mulai digencarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu menjelang perayaan Idul Adha 2026. Program ini bertujuan mengurangi timbulan sampah yang biasanya meningkat saat pelaksanaan salat Id berjamaah maupun proses pembagian daging kurban.
Melalui kampanye Ibadah Full, Sampah Zero, DLH Kota Palu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membawa alas salat pribadi yang dapat digunakan kembali dan dibawa pulang setelah ibadah. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi sampah koran yang kerap menumpuk di lokasi salat Id.
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir, mengatakan penggunaan koran sebagai alas salat sebaiknya mulai ditinggalkan karena berpotensi menjadi sampah setelah digunakan.
Baca Juga: DLH Akui Kebijakan ASN Naik Angkutan Umum Pengaruhi Kualitas Udara
“Kalau boleh bawa alas sendiri, bawa pulang kembali. Kita prinsipnya ibadah full, sampahnya zero. Jadi sampahnya bisa tertangani, tidak menyusahkan orang lain,” ujar Ibnu saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).
Selain mengedukasi masyarakat, DLH Kota Palu juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kebersihan selama perayaan Idul Adha. Salah satunya dengan melakukan pembersihan di lokasi pelaksanaan salat Id dan menyediakan titik-titik tempat pembuangan sampah.
“Nanti kami akan tempatkan juga tempat-tempat orang bisa membuang sampahnya,” katanya.
Baca Juga: Lapangan Vatulemo Ditutup Sementara, DLH Palu Beberkan Alasannya
Menurut Ibnu, penggunaan alas salat pribadi menjadi solusi sederhana namun efektif dalam menekan volume sampah yang dihasilkan setelah salat Id berjamaah. Selama ini, sampah koran bekas alas salat menjadi salah satu jenis sampah yang cukup banyak ditemukan di area pelaksanaan ibadah.
Ia juga menilai kesadaran masyarakat Kota Palu terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan saat kegiatan keagamaan terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
“Dari tahun ke tahun saya lihat trennya semakin bagus, semakin sedikit orang yang buang sampah sembarangan,” ungkapnya.
DLH berharap budaya menjaga kebersihan dapat semakin mengakar di tengah masyarakat, khususnya saat pelaksanaan hari-hari besar keagamaan yang melibatkan banyak orang. Dengan demikian, kegiatan ibadah dapat berlangsung khusyuk tanpa meninggalkan persoalan lingkungan.
“Mudah-mudahan suatu saat habis acara langsung bersih semua. Orang bawa masing-masing sampahnya dan tidak menyusahkan orang lain,” tandas Ibnu.
Gerakan “Ibadah Full, Sampah Zero” diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan selama perayaan Idul Adha 2026 di Kota Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin