Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kuliner Khas Palu Bikin Tamu DPRD DKI Jakarta Terkesan

Annisa Wibdy • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:47 WIB
drg. Cheria Zainudin (tengah), istri Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli, mendampingi suaminya mengunjungi Kantor Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.(Andika Nur Hikmah/RADAR PALU)
drg. Cheria Zainudin (tengah), istri Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli, mendampingi suaminya mengunjungi Kantor Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. (Andika Nur Hikmah/RADAR PALU)

RADAR PALU - Kuliner khas Palu kembali mencuri perhatian tamu dari luar daerah. Dalam kunjungan rombongan Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ke Palu, sajian tradisional seperti Binte, Kaledo, dan Tetu sukses meninggalkan kesan tersendiri bagi para tamu.

Salah satunya datang dari Cheria Zainudin, istri Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli. Di sela agenda silaturahmi ke Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, ia mengaku kembali menikmati cita rasa khas yang sebelumnya pernah dicoba saat berkunjung ke daerah itu.

“Alhamdulillah, hari ini kami berkunjung dan disuguhi makanan yang Masyaallah. Saya sudah pernah datang ke sini, jadi beberapa makanan memang sudah pernah saya coba,” ujarnya saat ditemui di Kantor Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Kamis (21/5/2026). 

Baca Juga: Kunjungan Fraksi PKS DPRD DKI ke Sulteng Jadi Ajang Bahas Sinergi Pelayanan Publik

Binte menjadi salah satu makanan yang kembali menarik perhatian Cheria. Kuliner berbahan dasar jagung itu memang dikenal sebagai makanan tradisional yang cukup akrab bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Bagi tamu dari luar daerah, makanan tradisional sering kali menjadi pengalaman yang membekas. Hal itu juga dirasakan Cheria saat kembali menikmati sajian khas Palu dalam kunjungannya kali ini.

Tak hanya Binte, rombongan juga disebut akan diajak menikmati Kaledo, kuliner khas Palu berbahan kaki sapi dengan kuah bercita rasa khas.

Baca Juga: Pimpinan dan Anggota DPRD Sulteng Terima Kunjungan Anggota DPRD DKI Jakarta

“Katanya nanti malam kami diajak makan Kaledo,” katanya sambil tersenyum.

Selain makanan utama, perhatian Cheria juga tertuju pada Tetu, kue tradisional khas Sulawesi Tengah yang disajikan saat pertemuan berlangsung. Menurutnya, cita rasa Tetu terasa berbeda dibanding makanan serupa yang biasa ditemukan di Jakarta.

“Tadi yang kami rasa nikmat itu kue Tetunya. Karena kalau di Jakarta daun pandan seperti itu mungkin tidak ada, jadi rasanya khas dan mungkin hanya ada di sini,” ungkapnya.

Momen sederhana itu membuat kuliner lokal kembali menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas daerah kepada para tamu.

Kuliner Lokal Jadi Cara Mengenalkan Budaya

Bagi banyak daerah, makanan tradisional bukan sekadar hidangan. Kuliner juga menjadi cara memperkenalkan budaya dan karakter masyarakat setempat kepada pendatang.

Hal serupa terlihat dalam kunjungan rombongan DPRD DKI Jakarta ke Sulawesi Tengah. Sajian seperti Binte, Kaledo, dan Tetu tidak hanya menjadi pelengkap jamuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman khas yang sulit ditemukan di daerah lain. 

Baca Juga: DPRD Banggai Ultimatum SKK Migas dan JOB Tomori, Polemik Dana CSR Ambulans Terancam Masuk Ranah Hukum

Cheria pun menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan selama kunjungan berlangsung.

“Barakallah untuk keluarga besar PKS. Makanannya alhamdulillah mantap semua,” ujarnya.

Kehadiran kuliner lokal dalam agenda kunjungan dinilai menjadi cara sederhana namun efektif memperkenalkan kekayaan daerah. Dari sepiring makanan, kesan tentang suatu tempat bisa tersimpan lebih lama di ingatan para tamu.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Cheria Zainudin #makanan tradisional #sulawesi tengah #kuliner khas Palu #Wisata Kuliner