RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu mulai menjalankan program Indonesia Asri untuk membangun budaya bersih dan peduli lingkungan di tengah masyarakat. Program tersebut diawali dengan kewajiban kerja bakti bagi aparatur sipil negara (ASN) di seluruh kantor pemerintahan setiap Selasa pagi.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Ibnu Mundzir, mengatakan kegiatan itu dilakukan setelah apel pagi sebelum pegawai memulai pekerjaan. ASN diminta membersihkan lingkungan kantor selama 30 menit.
“Setelah apel pagi, ASN membersihkan lingkungan kantor selama 30 menit sebelum masuk bekerja,” ujar Ibnu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Bupati Delis Gaspol Gerakan Indonesia ASRI
Menurut Ibnu, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI terkait gerakan Indonesia Asri. Kebijakan itu juga mendukung Surat Edaran Wali Kota Palu mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menilai kebiasaan menjaga kebersihan di lingkungan kerja diharapkan bisa terbawa hingga ke rumah tangga masyarakat. “Kalau kantor bersih, nanti masyarakat juga terbiasa membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Selain kerja bakti rutin di kantor pemerintahan, Pemkot Palu juga menyiapkan aksi bersih fasilitas umum setiap akhir pekan. Kegiatan itu mencakup pembersihan kawasan publik hingga bantaran sungai.
“Kita mendorong kesinambungan antara kebijakan pusat dan daerah. Tiap hari Selasa kerja bakti di kantor, Sabtu kerja sama di fasilitas umum. Dari DLH kami akan turun membersihkan di bantaran sungai,” ungkap Ibnu.
Baca Juga: DLH Akui Kebijakan ASN Naik Angkutan Umum Pengaruhi Kualitas Udara
Program kebersihan tersebut juga dilaporkan secara rutin ke kementerian sebagai bagian dari evaluasi gerakan kebersihan nasional. Pemerintah daerah berharap program itu berjalan berkelanjutan dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Ibnu menegaskan gerakan Indonesia Asri bukan hanya untuk mengejar penghargaan Adipura. Menurutnya, program itu diarahkan untuk membentuk pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan budaya gotong royong.
“Supaya kota ini sama seperti yang disampaikan pak wali, menjadi kota Adipura. Adipura bukan sekadar piala, tapi masuk ke tingkah laku dan perspektif masyarakat,” tuturnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga fasilitas umum dan kawasan permukiman.***
Editor : Muhammad Awaludin