Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pelatihan Bisindo Palu Siapkan Layanan Inklusif

Annisa Tri Yusnida • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:42 WIB
Peserta pelatihan Bisindo mengikuti orientasi bahasa isyarat di Kantor Wali Kota Palu. (Humas Pemkot Palu)
Peserta pelatihan Bisindo mengikuti orientasi bahasa isyarat di Kantor Wali Kota Palu. (Humas Pemkot Palu)

RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu mulai menjalankan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) untuk memperkuat pelayanan publik bagi penyandang tuli. Program tersebut digelar di Kantor Wali Kota Palu, Rabu (20/5/2026), sebagai upaya menghapus hambatan komunikasi dalam layanan pemerintah.

Pelatihan itu mencakup pengenalan budaya tuli, etika berinteraksi, hingga aturan dasar penggunaan bahasa isyarat. Pemerintah Kota Palu bekerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) dalam pelaksanaan program tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Evi Oktavia, mengatakan program tersebut bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap informasi pembangunan dan layanan pemerintah. 

Baca Juga: Komnas HAM Soroti Layanan Kesehatan Inklusif dan Ambulans Kelurahan di Palu

“Ini adalah bentuk inklusivitas supaya semua program pemerintah Kota Palu bisa tersampaikan kepada masyarakat luas,” kata Evi saat ditemui di kantor wali kota, Rabu (20/5/2026).

Program Pertama Pelatihan Bisindo di Palu

Evi menjelaskan masih terdapat kesenjangan komunikasi dalam pelayanan kepada masyarakat penyandang tuli. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan tenaga penerjemah bahasa isyarat yang nantinya ditempatkan di berbagai layanan publik. 

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Pelayanan Publik Inklusif, Hadirkan Layanan Ramah Kelompok Rentan

Menurutnya, program pelatihan Bisindo tersebut baru pertama kali dilaksanakan Pemerintah Kota Palu. Sebanyak 25 peserta terpilih mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga bulan menggunakan sejumlah modul pembelajaran bahasa isyarat.

“Program ini sangat baik dan baru pertama kali. Ketika ini bisa terlatih, nanti dia akan melahirkan tenaga bahasa isyarat yang bisa dipakai oleh pemerintah kota,” jelas Evi.

Peserta tidak hanya mempelajari gerakan bahasa isyarat, tetapi juga memahami makna komunikasi yang disampaikan penyandang tuli agar pelayanan publik berjalan lebih efektif.

“Bukan cuma gerakan, tapi bagaimana makna dari gerakan itu bisa tersampaikan,” tambahnya. 

Tenaga Bahasa Isyarat Disiapkan di Layanan Publik

Pemerintah Kota Palu merencanakan tenaga bahasa isyarat akan ditempatkan dalam berbagai pelayanan publik dan kegiatan resmi pemerintah. Langkah itu dilakukan agar informasi pemerintah dapat dipahami seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Selain dalam pelayanan langsung, penerjemah bahasa isyarat juga direncanakan hadir dalam penyampaian informasi melalui media sosial maupun forum publik pemerintah daerah.

Pemerintah berharap program pelatihan Bisindo tersebut dapat memperkuat pelayanan inklusif dan mengurangi kesenjangan akses informasi bagi penyandang disabilitas di Kota Palu.

“Harapannya semua masyarakat menerima layanan pemerintah tanpa ada gap dan semua program pemerintah bisa tersampaikan dengan baik,” tutup Evi.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Pelatihan Bisindo #Gerkatin #layanan inklusif #bahasa isyarat #kota palu