Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Eco-Qurban Palu Digencarkan, Warga Diajak Kurangi Plastik

Annisa Tri Yusnida • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:32 WIB
Ilustrasi penggunaan wadah ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban jelang Iduladha 2026.
Ilustrasi penggunaan wadah ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban jelang Iduladha 2026.

 

RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu kembali menggencarkan gerakan eco-qurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Program tersebut difokuskan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban di lingkungan masyarakat. 

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, mengatakan gerakan eco-qurban telah dijalankan selama tiga tahun terakhir. Pemerintah terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan wadah ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik. 

“Untuk evaluasi mungkin belum terlihat, tapi dari sisi pengrajin mengakui semakin tahun semakin meningkat pemesan,” ujar Ibnu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026). 

Baca Juga: Pengawasan Hewan Kurban Palu Diperketat Jelang Iduladha

Menurut Ibnu, pendekatan edukasi dipilih agar perubahan perilaku masyarakat berlangsung bertahap dan berkelanjutan. Pemerintah tidak mengedepankan penindakan, melainkan membangun kesadaran bersama terkait dampak sampah plastik terhadap lingkungan. 

“Fungsi edukasi yang dikedepankan. Kita ingin membangun kebiasaan baru di masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai,” katanya. 

Mengapa Eco-Qurban Palu Terus Didorong ?

Gerakan eco-qurban dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi volume sampah saat Iduladha. Selama pelaksanaan kurban, penggunaan kantong plastik untuk distribusi daging biasanya meningkat cukup tinggi. 

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden di Sulteng Tembus 900 Kilogram

DLH Kota Palu mulai mendorong masyarakat menggunakan wadah alternatif seperti besek, daun, maupun tempat makan pribadi saat pengambilan daging kurban. 

Ibnu menyebut sejumlah masjid di Kota Palu juga mulai menerapkan pola tersebut. Panitia kurban disebut telah menyisipkan imbauan pada kupon pengambilan agar warga membawa wadah sendiri dari rumah. 

“Di kupon sudah ditulis agar masyarakat membawa wadah masing-masing. Jadi tinggal kreativitas panitia dan masyarakat,” jelasnya. 

Selain mengurangi sampah plastik, langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup yang lebih ramah lingkungan. 

DLH Palu Dorong Pemerintah Jadi Contoh 

DLH Kota Palu menilai pemerintah daerah harus menjadi pelopor penerapan eco-qurban sebelum diterapkan secara luas di masyarakat. Karena itu, kampanye penggunaan wadah ramah lingkungan akan terus diperkuat di lingkungan instansi pemerintah. 

Ibnu mengatakan perubahan kebiasaan membutuhkan proses yang konsisten. Menurutnya, penguatan pemahaman masyarakat menjadi faktor utama agar gerakan eco-qurban dapat berjalan dalam jangka panjang. 

“Goals kita minimal di pemerintah dulu, lalu kita kampanyekan, kita gencarkan. Supaya ini menjadi hal yang saling ingat mengingatkan,” ujarnya. 

Ia berharap eco-qurban dapat menjadi ciri khas baru pelaksanaan Iduladha di Kota Palu. Pemerintah juga ingin membangun budaya kurban yang lebih bersih dan minim sampah plastik. 

“Kita tidak ingin menghukum masyarakat. Yang paling penting mindset dan pemahaman masyarakat berubah terlebih dahulu. Jika pemahamannya berubah, maka dia akan berubah. Itu yang abadi,” tandasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Iduladha 2026 #eco-qurban #sampah plastik #kota palu #DLH Palu