Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mahasiswa Untad Gelar Aksi Refleksi Reformasi hingga Kasus Marsinah

Annisa Wibdy • Rabu, 13 Mei 2026 | 22:25 WIB
Mahasiswa Universitas Tadulako menggelar aksi refleksi sejarah pra reformasi di Palu, Rabu (13/5/2026). Aksi mahasiswa Untad diisi orasi, puisi, seni, dan musik solidaritas.(Annisa Wibdy/Radar Palu)
Mahasiswa Universitas Tadulako menggelar aksi refleksi sejarah pra reformasi di Palu, Rabu (13/5/2026). Aksi mahasiswa Untad diisi orasi, puisi, seni, dan musik solidaritas.(Annisa Wibdy/Radar Palu)

 

RADAR PALU - Aliansi Gerakan Mahasiswa Universitas Tadulako menggelar aksi solidaritas untuk mengenang berbagai peristiwa penting sebelum era reformasi di Indonesia, Rabu (13/5/2026). 

Aksi berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 21.00 Wita dengan rangkaian orasi, pembacaan puisi, pertunjukan seni, hingga musik refleksi. 

Koordinator lapangan aksi, Mulki, mengatakan kegiatan itu menjadi ruang pengingat atas berbagai peristiwa kelam sebelum reformasi. 

Baca Juga: Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook

“Jadi aksi ini merupakan bentuk solidaritas atau refleksi bersama mahasiswa untuk mengingat bagaimana peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia pada saat sebelum reformasi,” ujar Mulki di lokasi aksi. 

Dari Marsinah hingga Kebebasan Pers 

Aliansi Gerakan Mahasiswa Universitas Tadulako mengangkat sejumlah isu sejarah nasional dalam aksi tersebut. 

Mulai dari Hari Buruh Internasional 1 Mei, kematian aktivis buruh Marsinah, Hari Kebebasan Pers, hingga momentum Reformasi dan Hari Kebangkitan Nasional. 

Baca Juga: Hadiri Rakor Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden, Syarifuddin Hafid : Asta Cita Presiden Selaras dengan Program 9 Berani Sulteng

Menurut Mulki, isu-isu itu dipilih agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak melupakan perjalanan sejarah bangsa. 

Panggung Seni Jadi Suara Solidaritas 

Mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian sambil membawakan puisi dan pertunjukan seni dari komunitas mahasiswa serta sanggar seni. 

Penampilan musik juga mewarnai aksi sebagai bentuk ekspresi solidaritas. 

Mulki menegaskan aksi simbolik itu bukan sekadar seremonial, tetapi tuntutan moral agar peristiwa penindasan di masa lalu tidak kembali terjadi. 

“Saya selaku korlap mengharapkan supaya isu-isu kelam yang terjadi di Indonesia sebelum reformasi itu terus diingat, terus disuarakan, dan terus menjadi tuntutan kita kepada negara agar tidak terjadi hal-hal serupa sampai hari ini,” katanya.

Bersih-Bersih Setelah Aksi

Aksi berlangsung tertib dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi dan komunitas di lingkungan Universitas Tadulako. 

Kegiatan juga mendapat pengamanan aparat kepolisian hingga acara berakhir. 

Setelah seluruh rangkaian aksi selesai, mahasiswa turut membersihkan lokasi dari sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
#aksi mahasiswa Untad #reformasi Indonesia #Marsinah #kebebasan pers #Universitas Tadulako