Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

KEK Palu Gandeng Investor Singapura Bangun Proyek Energi Rp30 Triliun

Muhammad Awaludin • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB
Penandatanganan MoU investasi KEK Palu dan Aslan Energy Capital menghadirkan proyek energi hijau Rp30 triliun. Proyek mencakup pembangunan BESS dan Terminal LNG.(Instagram @diskominfosantik_kotapalu)
Penandatanganan MoU investasi KEK Palu dan Aslan Energy Capital menghadirkan proyek energi hijau Rp30 triliun. Proyek mencakup pembangunan BESS dan Terminal LNG.(Instagram @diskominfosantik_kotapalu)

 

RADAR PALU — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu kembali mencatat langkah besar dalam pengembangan industri energi hijau di Indonesia timur. 

Penandatanganan nota kesepahaman antara KEK Palu dan Aslan Energy Capital PTE LTD asal Singapura menghadirkan investasi senilai 1,73 miliar USD atau sekitar Rp30 triliun untuk pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) dan Terminal LNG di kawasan KEK Palu. 

Nilai investasi tersebut menjadikannya salah satu proyek strategis terbesar di Sulawesi Tengah dalam sektor energi masa depan. 

Baca Juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Kasus Pencurian Laptop di Palu

Proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 1.300 lapangan kerja langsung dan ribuan peluang kerja tidak langsung bagi masyarakat. 

Palu Dibidik Jadi Pusat Energi Hijau 

Investasi ini dinilai berpotensi memperkuat posisi KEK Palu sebagai kawasan industri dan perdagangan di Indonesia timur. 

Efek ekonominya diperkirakan menjalar ke sektor logistik, konstruksi, jasa, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal. 

Baca Juga: Dedikasi Personel Polda Sulteng AKP Siti dan Bripka Hamzah Antar ke Nominasi Hoegeng Awards 2026

Selain mendorong arus investasi asing, proyek tersebut juga diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan industri dan memperluas aktivitas ekonomi daerah. 

Investor Fokus Energi Masa Depan 

Aslan Energy Capital PTE LTD merupakan perusahaan energi berbasis di Singapura yang fokus pada pengembangan energi transisi dan energi hijau. 

Perusahaan yang berdiri sejak 2019 itu bergerak di sektor green hydrogen, blue ammonia, sustainable aviation fuel (SAF), LNG, serta infrastruktur penyimpanan energi. 

Aslan diketahui mengembangkan sejumlah proyek energi internasional, termasuk proyek hidrogen hijau di Indonesia dan Meksiko. 

Baca Juga: Google Sebut IPOT Jadi Sekuritas Anti Phishing Terdepan di Indonesia, Investor Kini Prioritaskan Keamanan Digital

Salah satu proyek yang tengah dikembangkan berada di Batam dengan target keputusan investasi final pada 2026. 

Dalam profil resminya, Aslan Energy Capital menyebut Indonesia sebagai salah satu “hub market” utama dalam pengembangan infrastruktur energi bersih di kawasan Asia. 

Tantangan Realisasi Proyek 

Meski nilai investasinya besar, realisasi proyek tetap bergantung pada sejumlah faktor pendukung. 

Mulai dari kepastian lahan dan perizinan, kesiapan infrastruktur, kualitas SDM lokal, hingga stabilitas pasokan energi. 

Sebab, nota kesepahaman atau MoU belum otomatis membuat proyek langsung masuk tahap pembangunan penuh.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
#Investasi Energi Hijau #Aslan Energy Capital #Terminal LNG Palu #Proyek BESS Palu #KEK Palu