RADARPALU – Kota Palu kembali mencatat suhu udara tinggi dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum di Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri mencapai 35,0 derajat Celsius pada periode 23 April pukul 07.00 WIB hingga 24 April 2026 pukul 07.00 WIB.
Angka tersebut menempatkan Palu dalam daftar wilayah dengan suhu terpanas di Indonesia, berada di peringkat lima secara nasional. Suhu tertinggi tercatat di Medan, Sumatera Utara, yang mencapai 36,8 derajat Celsius.
Kondisi suhu panas ini perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait potensi meningkatnya risiko kebakaran lahan. Cuaca panas yang disertai minimnya curah hujan dapat mempercepat kekeringan vegetasi, sehingga mudah terbakar.
Baca Juga: Misi Marie Louise Eta di Kandang Leipzig, Fokus Curi Poin Meski Akui Lawan Berbahaya
BMKG melalui publikasinya menyebutkan bahwa suhu tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan bagian dari dinamika cuaca di musim peralihan. Pada periode ini, intensitas panas matahari cenderung meningkat, terutama pada siang hari.
Di wilayah Palu dan sekitarnya, kondisi ini dapat memperbesar potensi kebakaran lahan, terutama di area terbuka, lahan kosong, maupun kawasan dengan vegetasi kering.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.
Baca Juga: Nottingham Forest Incar Tren Tak Terkalahkan Saat Hadapi Sunderland
Selain itu, kondisi suhu tinggi juga berpotensi berdampak pada kesehatan, seperti dehidrasi dan kelelahan akibat paparan panas berlebih. Warga disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan dan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
BMKG juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan perlu ditingkatkan selama periode suhu tinggi masih berlangsung. (*)
Editor : Mugni Supardi