RADAR PALU — Keluhan soal sampah belum juga reda. Di sejumlah sudut kota, masalah kebersihan masih jadi sorotan warga.
Situasi ini membuat Walikota Palu, Hadianto Rasyid turun langsung ke lapangan. Ia menyisir beberapa wilayah di Palu untuk melihat kondisi nyata.
Tatura Utara, Tatura Selatan, Lolu Utara, hingga Lolu Selatan menjadi titik pantauan. Dari sana, terlihat persoalan kebersihan belum sepenuhnya tertangani.
Baca Juga: Lurah Mamboro Dorong Warga Patuhi Aturan Sampah
Tumpukan sampah di beberapa lokasi masih ditemukan. Di sisi lain, kesadaran warga juga dinilai belum merata.
Kondisi ini yang kemudian menjadi perhatian serius pemerintah kota. Hadianto menilai, tanpa keterlibatan masyarakat, masalah ini akan terus berulang.
“Kita harus bergerak cepat. Kota ini tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Postingan Kebijakan Denda Sampah Disorot, Warga Minta Pelayanan Dioptimalkan
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dengan keterbatasan anggaran, pemerintah dinilai tidak bisa bekerja sendiri untuk menuntaskan persoalan yang bersifat kolektif.
Apalagi, persoalan kebersihan bukan sekadar soal pengangkutan sampah. Ini juga menyangkut perilaku dan kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Di lapangan, masih ditemukan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Hal ini memperparah kondisi lingkungan dan membuat penanganan menjadi lebih berat.
Karena itu, pemerintah mulai mendorong pendekatan berbeda. Bukan hanya penanganan teknis, tapi juga perubahan pola pikir warga.
Salah satunya melalui surat edaran peduli lingkungan yang telah disosialisasikan hingga tingkat kelurahan.
Hadianto memastikan, kebijakan tersebut tidak berhenti di atas kertas. Ia ingin setiap warga benar-benar memahami dan menerapkannya.
“Kita turun untuk memastikan masyarakat paham dengan isi surat edaran itu,” jelasnya.
Baca Juga: Palu Atur Jam Buang Sampah, Pelanggar Didenda Rp2 Juta
Peran lurah dan perangkat wilayah pun menjadi krusial. Mereka diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan ke masyarakat.
Jika sosialisasi berjalan efektif, perubahan perilaku diharapkan bisa terjadi secara bertahap.
Pemerintah kota pun memasang target ambisius. Tahun ini, persoalan kebersihan dan ketertiban diharapkan bisa ditangani lebih maksimal.
Target tersebut bukan sekadar angka. Ada dampak besar yang ingin dicapai, terutama dalam mendukung pembangunan kota ke depan.
Baca Juga: Momen ODGJ di Palu Patuhi Wali Kota, Langsung Bersihkan Sampah
Menurut Hadianto, jika kebersihan sudah tertangani, maka program pembangunan lain bisa berjalan lebih optimal.
Mulai dari pengembangan infrastruktur hingga penguatan ekonomi, semuanya akan lebih mudah dilakukan jika kondisi kota sudah tertib.
“Tahun ini kita targetkan selesai. Supaya pembangunan bisa berjalan lebih baik,” katanya.
Namun, tantangan tetap ada. Tanpa kesadaran bersama, upaya pemerintah bisa terhambat.
Kini, persoalannya bukan lagi siapa yang bertanggung jawab. Tapi sejauh mana semua pihak mau ikut ambil bagian.
Di tengah keluhan yang masih muncul, langkah turun langsung ini menjadi sinyal bahwa persoalan kebersihan tak lagi bisa ditunda.***
Editor : Muhammad Awaludin