IGD RS Woodward Palu Disorot, Ini Penjelasan Manajemen

Annisa Tri Yusnida • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 15:55 WIB
Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Woodward Palu, dr. Lilian Melattie. (Annisa Tri YusnidaRadar Palu)
Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Woodward Palu, dr. Lilian Melattie. (Annisa Tri YusnidaRadar Palu)

RADAR PALU – Pelayanan IGD RS Woodward Palu menjadi sorotan usai keluhan pasien viral di media sosial. Manajemen rumah sakit menyampaikan permohonan maaf dan melakukan evaluasi, Selasa (7/4/2026).

Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Woodward Palu, dr. Lilian Melattie, menjelaskan insiden terjadi saat kondisi IGD sedang penuh.

Pasien disebut datang sekitar pukul 21.00 WITA, ketika seluruh kapasitas IGD telah terisi.

“Total bed di IGD kami ada 10, dan pada saat kejadian itu seluruhnya benar-benar penuh,” ujarnya.

Lilian menegaskan, pelayanan di IGD dilakukan berdasarkan sistem triase, yakni memprioritaskan pasien dengan kondisi paling gawat. 

Baca Juga: Haru! Perawat Tak Sadar Tangani Anak Sendiri di IGD

“Di IGD kami memeriksa pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya,” jelasnya.

Saat itu, tenaga medis tengah menangani dua pasien dalam kondisi kritis yang membutuhkan observasi ketat.

Pihak rumah sakit mengakui, kendala utama dalam kejadian ini terletak pada komunikasi kepada pasien dan keluarga.

Perawat disebut sempat memberikan penjelasan, namun dilakukan secara singkat karena situasi yang padat dan mendesak.

“Saat itu perawat kami hanya menyampaikan secara singkat kalau bed full, karena situasi hectic,” kata Lilian.

Ia menambahkan, perawat sempat kembali untuk memberikan penjelasan lebih lengkap, namun keluarga pasien sudah meninggalkan lokasi.

“Perawat kami kembali lagi, tapi keluarga pasien sudah tidak berada di IGD,” terangnya. 

Baca Juga: Adu Banteng Dua Motor di Poso Saat Idulfitri, Satu Pengendara Tewas di Perjalanan dan Satu Masuk Rumah Sakit

Manajemen RS Woodward mengakui hal tersebut menjadi catatan penting untuk perbaikan layanan ke depan.

“Kami akui komunikasi saat itu singkat dengan situasi yang hectic. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” tegas Lilian.

Ke depan, pihak rumah sakit berkomitmen memperbaiki pola komunikasi, terutama dalam menyampaikan kondisi riil kepada pasien meski dalam situasi darurat.

“Informasi harus tetap disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan kekecewaan,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi perhatian warga Palu, sekaligus mengingatkan pentingnya transparansi dan komunikasi dalam layanan kesehatan, khususnya di IGD yang kerap menghadapi lonjakan pasien.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
RS Woodward Palu IGD Palu Pelayanan rumah sakit keluhan pasien komunikasi medis