RADARPALU – Tim medis disiagakan selama pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 dan Festival Raudhah 2026 guna mengantisipasi gangguan kesehatan di tengah tingginya jumlah pengunjung.
Hingga kini, keluhan yang ditangani didominasi kondisi ringan seperti pusing dan kelelahan.
Dokter Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Imam, mengatakan kondisi tersebut umum terjadi akibat aktivitas padat serta mobilitas tinggi di area kegiatan.
“Biasanya dalam keramaian seperti ini banyak pengunjung yang pusing atau kelelahan, terutama karena berjalan cukup jauh,” ujarnya, Senin (30/3/2026), di salah satu pos kesehatan.
Pelayanan kesehatan telah berlangsung sejak 28 hingga 30 Maret pada sore hingga malam hari. Sementara pada puncak kegiatan 1 April, layanan dibuka sejak pagi hingga acara selesai.
Tim medis merupakan gabungan dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta unsur TNI dan Polri. Khusus dari Dinas Kesehatan Provinsi, sekitar 9 hingga 10 tenaga medis diterjunkan dan disebar di beberapa titik.
Tercatat sedikitnya tiga pos kesehatan didirikan di lokasi strategis, terutama di jalur masuk pengunjung. Berbagai fasilitas juga disiagakan, mulai dari ambulans, tabung oksigen, alat infus, hingga tempat tidur pasien untuk mengantisipasi kondisi darurat.
“Setiap pasien diperiksa tanda vitalnya. Jika keluhan ringan, ditangani di tempat. Namun jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, belum ditemukan kasus dari tim Dinas Kesehatan Provinsi yang harus dirujuk ke rumah sakit.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kondisi tubuh, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Bagi yang membawa anak kecil, sebaiknya menggunakan masker. Jika tidak mendesak, sebaiknya tidak dibawa ke keramaian,” imbaunya.
Pengunjung juga disarankan menjaga asupan makanan sebelum datang serta tetap mengonsumsi obat rutin bagi yang memiliki riwayat penyakit.(*)
Editor : Mugni Supardi