Lonjakan pembeli umumnya mulai terasa sejak awal Ramadan dan mencapai puncaknya saat mendekati Lebaran. Namun, di luar periode tersebut, penjualan cenderung menurun. Salah satu pedagang, Najamudin, yang telah berjualan sejak 2013, mengungkapkan penghasilan harian tidak menentu.
Baca Juga: Menjelang Ramadan, Penjual Bunga Nyekar di Talise Bertahan dari Musim ke Musim
“Kalau hari-hari biasa kami kadang satu hari itu cuma 10 ribu kami dapat,” ujarnya saat di temui tim Radar Palu pada Senin (23/03/2026).
Menurutnya, peningkatan penjualan baru terjadi saat momen hari besar keagamaan, meski tetap bergantung pada jumlah pembeli yang datang.
“Iya nanti hari lebaran begini baru ada banyak. Kalau dua bunga satu air begini 10 ribu Kalau tiga ini bunga 10 ribu,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Fitri, menyebut usaha tersebut telah dijalani sejak kecil sebagai warisan keluarga. Ia menilai momen Lebaran masih menjadi waktu paling ramai, meskipun jumlah pedagang kini semakin banyak.
“Sudah dari kecil dari kecil saya. Turunan usaha dari orang tua pokoknya ini dari orang tua yang pertama, jual di sini sekarang juga masih sama orang tua,” ujarnya.
Ia juga mengakui penjualan saat hari raya jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
“Hari raya kalau hari biasa kalau hari biasa kadang ada, kadang tidak ada juga sama sekali tidak ada, mungkin sekitar ada lebih dari 30 botol air siram kuburan atau bunga,” katanya.
Fitri mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi pedagang, seperti sulitnya mendapatkan bahan baku bunga dan daun pandan, serta meningkatnya jumlah penjual di lokasi tersebut.
“Ini mungkin lantaran makin banyak teman juga jualan bunga ya mungkin sudah rezekinya juga sudah masing-masing, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
“Kalau untuk bunga ada yang sebagian dicari ada yang dibeli ada juga dari depan rumah sendiri, tinggal kita pikir, bagaimana caranya dibagi-bagi sendiri begitu saja,” lanjutnya.
Selain itu, Najamudin juga menyoroti keterbatasan fasilitas yang tersedia di area TPU Pogego, yang dinilai belum mendukung aktivitas usaha para pedagang.
“Iya tempatnya ini kurang karena kami mau bikin ini punya usaha kurang dari modalnya,” keluhnya.
Para pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas, termasuk penataan area berjualan agar lebih rapi dan nyaman.
“Di lantai lah di lantai kaya begitu menyekat begitu biar lebih tertata rapi, supaya kami bangun juga itu area khusus usaha bunga-bunga pemakaman” tutupnya Najamudin.(mg1)
Editor : Nur Soima Ulfa