RADAR PALU - Sebagai bentuk advokasi lingkungan dari para finalis Duta Promosi Investasi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kegiatan bertajuk ‘Program Diet Plastik: Ayo Sedekah Sampah Jadi Berkah’ digelar di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulteng ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus berbagi di bulan Ramadan.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak mengumpulkan sampah yang kemudian dapat ditukarkan dengan paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng.
Program ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Perwakilan Yayasan Randantodea sekaligus Alumni Duta Promosi Investasi Sulteng 2016, Beivy Sumampouw, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program advokasi yang dijalankan oleh para finalis Duta Promosi Investasi Sulteng.
“Melalui advokasi ini kami ingin mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kami melibatkan masyarakat, pengepul sampah, hingga para finalis untuk bersama-sama mengumpulkan sampah. Setiap 5 kilogram sampah yang dikumpulkan dapat ditukarkan dengan satu paket sembako,” jelasnya.
Selain menerima sembako, peserta juga diberikan pilihan untuk menyumbangkan paket yang diperoleh kepada panti asuhan sebagai bentuk berbagi dan amal di bulan Ramadan.
Sampah yang terkumpul dalam kegiatan ini selanjutnya akan dikelola oleh DLH Sulteng.
"Nanti akan dibentuk menjadi eco-enzym atau didaur ulang sampahnya," ujar Beivy.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, terutama para petugas kebersihan yang sehari-hari bertugas di kawasan tersebut.
Salah satunya adalah Fitri, salah seorang petugas kebersihan DLH yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah ini sangat membantu, apalagi di bulan puasa, bisa untuk berbuka puasa,” kata Fitri setelah menerima kupon sembako dari hasil mengumpulkan sampah di sekitar lokasi.
Selain memberikan bantuan sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Menurut Fitri, para petugas kebersihan kerap menghadapi banyak sampah yang ditinggalkan pengunjung, terutama sisa makanan seperti tusuk bakso bakar yang dibuang sembarangan.
Melalui kegiatan advokasi ini, para penyelenggara berharap kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dapat semakin meningkat, sehingga kawasan publik seperti Lapangan Vatulemo tetap bersih dan nyaman bagi semua pengunjung.
“Semoga dengan adanya program ini, para pengunjung bisa lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tutup Fitri.(mg2)
Editor : Mugni Supardi