RADAR PALU - Masjid Raya Baitul Khairaat Palu yang baru diresmikan akhir 2025 kini menjadi perhatian publik.
Bukan karena kemegahannya, melainkan temuan kekeliruan penulisan kaligrafi syahadat di bagian interior masjid.
Sorotan muncul setelah sejumlah pihak menemukan arah penulisan kaligrafi yang dinilai tidak sesuai kaidah bahasa Arab.
Muhammad Rahmat, Pembina Kaligrafi Palu, menyebut tulisan syahadat di dalam masjid itu dibuat dari kiri ke kanan. Padahal, penulisan huruf hijaiyah semestinya dari kanan ke kiri.
“Hurufnya benar, tapi arah penulisannya keliru. Itu sudah termasuk kesalahan dalam kaidah penulisan Arab,” ujarnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Palu edisi Sabtu (7/2/2026).
Selain arah tulisan, disebut pula terdapat kelebihan huruf yang berpotensi memengaruhi makna.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) membenarkan telah menerima laporan tersebut.
Kepala Dinas CIKASDA Sulteng, Andi Ruly Djanggola, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan temuan itu kepada kontraktor pelaksana, PT PP.
Menurutnya, Masjid Raya Baitul Khairaat masih dalam masa pemeliharaan hingga 15 November 2026. Karena itu, setiap kekurangan teknis masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
“Sudah kami sampaikan ke pihak PT PP. Perlu proses untuk tindak lanjut. Yang penting saat ini masjid tetap bisa difungsikan untuk ibadah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, setelah masjid difungsikan, sejumlah jamaah yang memahami kaidah kaligrafi juga menyampaikan masukan secara lisan.
Dalam perancangannya, kontraktor menggunakan konsep mirroring atau efek cermin, sehingga tulisan dibuat dari kiri ke kanan. Konsep ini kemudian memunculkan perdebatan.
CIKASDA meminta agar tulisan diperbaiki sesuai kaidah penulisan Arab agar tidak lagi menjadi polemik dan jamaah bisa beribadah dengan tenang.
Project Manager Masjid Raya Baitul Khairaat dari PT PP, Dolly Abu Zain, membenarkan telah menerima laporan tersebut.***
“Akan kami perbaiki. Kami mengikuti gambar yang sudah disetujui owner dan manajemen konstruksi. Kami juga tidak mengetahui jika ada kekeliruan,” tulisnya melalui pesan singkat.
Editor : Muhammad Awaludin