Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kaligrafi Syahadat di Masjid Raya Palu Disorot, Arah Tulisan hingga Huruf Dinilai Keliru

Annisa Wibdy • Senin, 9 Februari 2026 | 14:25 WIB
Kaligrafi syahadat dan kalimat tauhid terpasang di Masjid Raya Palu yang disorot karena dinilai tidak sesuai kaidah penulisan Arab.
Kaligrafi syahadat dan kalimat tauhid terpasang di Masjid Raya Palu yang disorot karena dinilai tidak sesuai kaidah penulisan Arab.

RADAR PALU - Detail kecil di ruang ibadah bisa berdampak besar pada makna. Itulah yang disorot pembina kaligrafi di Palu saat mencermati penulisan kaligrafi syahadat dan kalimat tauhid di Masjid Raya.

Kesalahan yang tampak sepele bagi orang awam, menurutnya, justru berpotensi mengubah arti kalimat suci jika dilihat dari kaidah bahasa Arab dan ilmu kaligrafi. 

 

 

 

Muhammad Rahmat, pembina kaligrafi Palu, menyoroti penulisan kaligrafi syahadat di bagian dalam Masjid Raya Palu yang dinilainya tidak sesuai kaidah. Penulisan kalimat Arab tersebut ditulis dari kiri ke kanan. 

Padahal, bahasa Arab memiliki arah baca dan tulis dari kanan ke kiri.

“Hurufnya sebenarnya benar, tapi arah penulisannya yang salah. Ditulis dari kiri ke kanan, itu sudah keliru dalam kaidah penulisan Arab,” kata Rahmat, Sabtu (7/2/2026).

Selain di bagian dalam, Rahmat juga menemukan kekeliruan pada kalimat tauhid yang terpasang di bagian luar masjid. Ia menyebut adanya kelebihan satu huruf alif pada penulisan nama “Muhammad”.

Menurutnya, tambahan satu huruf saja dalam bahasa Arab bisa mengubah makna kata.

“Pada kata ‘Muhammad’ ada tambahan alif di depan huruf dal. Seharusnya tidak ada. Dalam bahasa Arab, kelebihan satu huruf bisa beda arti,” jelasnya. 

Rahmat menegaskan, kesalahan semacam ini mungkin tidak disadari masyarakat umum. Namun dari sisi keilmuan kaligrafi dan bahasa Arab, kesalahan arah penulisan maupun huruf tergolong fatal.

Ia juga menyinggung penggunaan teknik “mirror” atau cermin dalam seni kaligrafi. Teknik ini, kata dia, tidak bisa diterapkan secara penuh tanpa kombinasi dengan penulisan normal.

“Kalau teknik mirror, harus ada yang mirror dan ada yang normal dalam satu komposisi. Tidak bisa seluruhnya mirror,” ujarnya.

Rahmat menduga kesalahan terjadi karena proses pembuatan kaligrafi tidak sepenuhnya melibatkan kaligrafer. Menurutnya, hanya bagian tertentu yang mendapat pendampingan ahli.

“Yang di dalam, seperti Asmaul Husna, melibatkan kaligrafer. Tapi bagian luar tidak, sehingga muncul kesalahan,” katanya.

Ia menyarankan agar penulisan kaligrafi di rumah ibadah melibatkan kaligrafer atau setidaknya melalui proses koreksi oleh ahli sebelum dipasang.

“Kalau sudah keliru, sebaiknya diperbaiki. Dalam kaligrafi, satu huruf saja bisa mengubah arti,” pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Kaligrafi Masjid Raya Palu #Kesalahan tulisan Arab #Radar Palu #Kaligrafi syahadat #Kaligrafi tauhid #Masjid Raya Palu