RADAR PALU - Di sela jadwal kuliah, sebagian anak muda di Kota Palu memilih turun ke jalan, membawa gerobak kopi atau usaha kecil lain untuk bertahan dan mandiri.
Pelan tapi pasti, langkah-langkah kecil itu mulai membentuk denyut baru ekonomi kota, sekaligus menarik perhatian pemerintah daerah.
Fenomena wirausaha muda kian terasa di Kota Palu. Banyak di antaranya berasal dari kalangan mahasiswa yang memilih berusaha untuk membiayai kebutuhan kuliah dan hidup sehari-hari.
Fasilitator Kemitraan Bidang UMKM Kota Palu, Dian Novita, menyebut generasi muda kini menjadi bagian penting dari pergerakan ekonomi daerah.
“Yang kami temui, banyak wirausaha muda itu mahasiswa yang berdikari, mencari penghasilan untuk membiayai kuliahnya sendiri,” ujar Dian, Rabu (28/1/2026).
Usaha yang dijalani pun beragam. Salah satu yang paling mudah dijumpai adalah kopi keliling, yang kini menjadi pemandangan rutin di berbagai ruas jalan Kota Palu.
Melihat perkembangan tersebut, Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja mencoba hadir lebih dekat melalui pendampingan usaha.
Pendampingan itu mencakup pelatihan hingga bantuan modal, agar usaha yang dirintis anak-anak muda tidak berhenti di tengah jalan.
Setiap pelaku usaha yang lolos seleksi mendapatkan bantuan modal sebesar Rp5 juta.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Inkubator Bisnis, dengan menyasar wirausaha muda dari berbagai perguruan tinggi.
“Ada 141 orang yang terakomodir, rentang usianya 19 sampai 35 tahun,” kata Dian.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar soal angka, tetapi sinyal bahwa pemerintah memberi ruang dan perhatian pada usaha anak muda.
“Pemerintah perhatikan mereka, supaya jadi pemicu semangat untuk terus berusaha,” ujarnya.
Ia berharap, langkah ini bisa menumbuhkan keberanian generasi muda lain untuk memulai usaha dan mengembangkan ide-ide kreatif yang sesuai dengan kebutuhan kota.***
Editor : Muhammad Awaludin