RADAR PALU— Suasana haru menyelimuti peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Rumah Merah Putih Difabel Berkarya, Kota Palu, Minggu (25/1/2026). Perayaan ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, yang menyapa dan berbaur bersama para penyandang disabilitas.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi simbol kuat bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam kebijakan, tetapi juga dalam ruang-ruang kebersamaan sosial. Para penyandang disabilitas tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Cahaya Kesetaraan dari Langit Isra Miraj.”
Tema tersebut mencerminkan pesan utama kegiatan, yakni kesetaraan dan kepedulian. Pemerintah Kota Palu ingin menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak dan kesempatan yang sama.
Ditemui usai acara, Hadianto Rasyid menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan ruang, perhatian, serta dukungan nyata bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, keberpihakan terhadap kelompok rentan merupakan bagian penting dari pembangunan kota yang inklusif.
Pemerintah Kota Palu, kata Hadianto, telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung kemandirian penyandang disabilitas. Di antaranya melalui pelatihan usaha, pendampingan, hingga pemberian bantuan modal agar mereka dapat berdaya secara ekonomi.
Selain itu, dukungan juga diberikan melalui layanan dasar. Penyandang disabilitas di Kota Palu mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, serta difasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJSCPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial.
Langkah-langkah tersebut, menurut Hadianto, merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan penyandang disabilitas tidak berjalan sendiri. Pemerintah berupaya memastikan mereka mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak.
Tak hanya pemerintah, Hadianto juga mengajak seluruh masyarakat Kota Palu untuk ikut berperan aktif menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif. Ia berharap tidak ada lagi stigma atau perlakuan berbeda terhadap penyandang disabilitas.
Ia menekankan bahwa perhatian kecil dari lingkungan sekitar memiliki arti besar bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, kesetaraan tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari sikap dan kepedulian sehari-hari masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin