RADAR PALU – Di tengah gempuran teknologi dan layar digital, SD Negeri 5 Palu memilih jalur yang tak biasa. Sekolah ini tak hanya mengajarkan cara menggunakan gawai, tetapi juga menumbuhkan keberanian berpikir, menulis, dan berkarya.
Hasilnya nyata: buku anak ber-ISBN karya guru dan siswa yang kini menghuni rak perpustakaan sekolah.
Bagi SDN 5 Palu, literasi bukan sekadar program, melainkan proses membangun kepercayaan diri anak sejak dini. Kepala Sekolah SDN 5 Palu, Asira Husain, menyebut program literasi numerasi ini telah berjalan konsisten selama dua tahun terakhir dan memberi dampak langsung pada karakter siswa.
“Kami ingin anak-anak percaya bahwa ide mereka itu berharga. Maka karya mereka kami wujudkan dalam bentuk buku, lengkap dengan ISBN. Sudah launching 2024 dan tahun ini akan kami lanjutkan lagi,” ujar Asira, Selasa (21/1/2026).
Pendekatan ini membuat siswa tak hanya mahir membaca dan menulis, tetapi juga berani tampil dan berkompetisi. Di level nasional, SDN 5 Palu mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Harapan 3 Nasional cabang Pantomim pada ajang FLS2N (kini FLS3N) 2024.
Di tingkat lokal dan provinsi, torehan prestasi pun terus bertambah. Mulai dari juara lomba bertutur, futsal, hingga gambar bercerita. Bahkan, Kepala Sekolah dan guru-guru SDN 5 Palu juga menyabet predikat inovatif tingkat provinsi pada 2025.
“Alhamdulillah, perkembangan anak-anak di 2025 sangat terasa. Mereka lebih percaya diri, berani tampil, dan kreativitasnya tumbuh,” ungkap Asira dengan senyum bangga.
Deretan capaian ini memperlihatkan bahwa ekosistem digital di SDN 5 Palu tidak mematikan literasi konvensional. Justru sebaliknya, teknologi menjadi jembatan untuk melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, berkarya, dan berprestasi di berbagai bidang.***
Editor : Muhammad Awaludin