RADAR PALU – Di tengah derasnya arus gawai dan media sosial, Pemerintah Kota Palu memilih jalan sunyi namun berdampak panjang: memperkuat budaya literasi. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu menambah ribuan koleksi buku sebagai upaya menarik kembali minat baca masyarakat, terutama generasi muda.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa perpustakaan tak ingin tertinggal oleh perubahan zaman. Penambahan koleksi dilakukan untuk menjawab kebutuhan informasi yang semakin beragam, sekaligus menghidupkan kembali kebiasaan membaca di ruang-ruang publik.
Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Mozart, S.I.Pust, mengungkapkan bahwa selama 2025 pihaknya telah merealisasikan penambahan 2.048 eksemplar buku cetak. Koleksi tersebut mencakup berbagai jenis bacaan, mulai dari hiburan hingga penunjang pendidikan.
“Untuk koleksi buku cetak yang masuk sepanjang 2025 sebanyak 2.048 eksemplar. Rinciannya, novel 172 judul, komik 44 judul, dan buku terapan 1.453 judul,” ujar Mozart saat ditemui Jumat (23/1/2026).
Tak hanya berhenti pada buku cetak, perpustakaan juga beradaptasi dengan kebiasaan baca masyarakat modern. Sebanyak 379 judul buku digital ditambahkan untuk memperluas akses layanan, khususnya bagi pembaca yang lebih akrab dengan ponsel dan perangkat digital.
“Buku digital ini kami hadirkan agar layanan perpustakaan bisa lebih fleksibel dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelasnya.
Menurut Mozart, penambahan koleksi tahun 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, sebagian besar koleksi baru lahir dari suara pembaca itu sendiri. Pemustaka aktif menyampaikan usulan judul buku, baik secara langsung maupun melalui sistem berbasis website.
“Kalau ada buku yang belum tersedia, pemustaka bisa mengusulkan judul yang dibutuhkan. Usulan itu kami catat dan rekap,” ungkapnya.
Usulan tersebut kemudian diproses oleh tim teknologi informasi untuk selanjutnya diajukan ke bagian pengelola koleksi. Dengan mekanisme ini, perpustakaan berupaya memastikan buku yang dihadirkan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Terkait rencana penambahan koleksi tahun 2026, Mozart menyebut prosesnya masih menunggu tahapan penganggaran. Pengadaan buku baru diperkirakan baru bisa direalisasikan pada tahap berikutnya.
“Untuk 2026 masih menunggu anggaran, kemungkinan di tahap dua atau tiga,” katanya.
Melalui penguatan koleksi ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu berharap perpustakaan kembali menjadi ruang belajar yang hidup. Tempat di mana anak-anak dan remaja tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga menemukan inspirasi di tengah tantangan era digital.
“Harapan kami, perpustakaan bisa dimanfaatkan lebih maksimal dan minat baca masyarakat Kota Palu terus meningkat,” tutup Mozart.***
Editor : Muhammad Awaludin