RADAR PALU – Manajemen Puskesmas Sangurara, Kota Palu, memberikan penjelasan resmi menyusul keluhan masyarakat terkait pelayanan yang sempat menjadi sorotan publik dan dilaporkan melalui kanal Lapor Wali Kota. Pihak puskesmas menegaskan bahwa aduan tersebut langsung ditindaklanjuti bersama Dinas Kesehatan Kota Palu.
Kepala Puskesmas Sangurara, Suardi, S.Kep., Ns, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dan evaluasi internal setelah mendapatkan konfirmasi langsung dari Dinas Kesehatan.
“Kami sudah dikonfirmasi langsung oleh Dinkes dan mendapatkan perhatian khusus. Arahan dari Pak Kadis jelas, jangan sampai ada pelayanan yang tidak maksimal, tidak responsif, dan tidak berkualitas,” ujar Suardi saat ditemui Radar Palu, Selasa (13/1/2026).
Suardi menjelaskan, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa keluhan masyarakat bukan terjadi di loket pendaftaran, melainkan pada proses menunggu antrean menuju ruang pemeriksaan dokter.
“Kalau keluhannya di loket, sepertinya kurang tepat karena loket kami hanya satu. Kemungkinan besar keluhan terjadi saat menunggu pemeriksaan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut dipicu oleh keterbatasan jumlah dokter yang bertugas pada hari kejadian. Dari lima poli yang tersedia, hanya tiga dokter yang berjaga, sementara jumlah pasien yang datang cukup padat.
“Saat itu hanya tersedia tiga dokter. Pasien terbanyak berada di poli dewasa dan lansia, sehingga kami prioritaskan di situ. Poli lain setelah pemeriksaan awal kami masukkan ke antrean dewasa agar tetap bisa dilayani,” terangnya.
Keterbatasan tenaga medis yang bersamaan dengan tingginya kunjungan pasien membuat waktu tunggu menjadi lebih lama dari biasanya, meski seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan.
Baca Juga: Security Toko Bintang Ditangkap Usai Gasak Brankas Berisi Uang Puluhan Juta
Sebagai fasilitas layanan publik, Puskesmas Sangurara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah memperkuat sistem pemantauan pelayanan serta memperbaiki penyampaian informasi kepada pasien.
“Ke depan kami akan menyiapkan petugas pemantauan pelayanan setiap pagi untuk melaporkan kondisi dokter yang bertugas, sehingga informasi bisa langsung disampaikan ke pasien,” kata Suardi.
Ia menambahkan, pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi bersama, serta berharap komunikasi antara pasien dan petugas dapat terjalin lebih baik.
“Kami menerima semua kritik dan masukan terkait layanan, tentunya sesuai aturan yang ada. Jika ada hal yang belum jelas, masyarakat kami harapkan bisa langsung mengonfirmasi ke petugas,” pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin