Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Teluk Palu Bakal Ditata Total, Konsep Tanpa Atap Jadi Wajah Baru Pesisir Kota

Talib • Kamis, 8 Januari 2026 | 19:54 WIB

Suasana pesiar Pantai Talise Kota Palu saat ini
Suasana pesiar Pantai Talise Kota Palu saat ini

RADAR PALU — Pemerintah Kota Palu mulai menggerakkan langkah awal penataan kawasan Teluk Palu di sekitar Penggaraman Talise. Sosialisasi awal digelar Kamis sore (8/1/2026), dengan melibatkan langsung masyarakat pesisir, pedagang, dan petani garam melalui fasilitasi pihak kelurahan setempat.

Langkah ini menjadi sinyal awal perubahan wajah kawasan pesisir Palu yang selama ini dikenal padat aktivitas ekonomi rakyat, menuju ruang publik terbuka yang tertata, bersih, dan ramah pengunjung.

Camat Mantikulore Risdianto Bahmid menjelaskan, sosialisasi tersebut masih berada pada tahap awal sebelum konsep final penataan ditetapkan dan kembali disampaikan kepada masyarakat.

talisBaca Juga: Sudah Diakui KIK, Pedagang Garam Talise Palu Masih Jualan di Pinggir Jalan

Menurutnya, penataan kawasan Teluk Palu merupakan bagian dari visi besar Wali Kota Palu untuk menjadikan kota ini sebagai kota terbuka, indah, bersih, dan berdaya tarik sebagai destinasi.

“Keinginan Wali Kota Palu adalah bagaimana kota ini menjadi kota harapan, kota tujuan, dan terbuka bagi siapa saja. Kesan pertama orang datang ke Palu adalah keindahan dan kebersihan,” ujar Risdianto.

Dalam pemaparan awal, Risdianto mengungkapkan bahwa konsep penataan Teluk Palu di kawasan Penggaraman Talise akan jauh berbeda dari kondisi saat ini. Kawasan pesisir dirancang tanpa bangunan permanen beratap, sehingga area laut dapat dinikmati secara langsung oleh pengunjung.

Area di atas batu direncanakan akan diratakan hingga ke bibir laut dan hanya digunakan untuk meja dan kursi tanpa atap. Desain kawasan juga mengadopsi konsep gerobak mobile, yang dinilai lebih fleksibel dan tidak merusak visual pesisir.

“Nanti konsepnya terbuka, tanpa atap. Tempat itu khusus bagi orang yang ingin menikmati laut. Desainnya juga menggunakan gerobak mobile, dan semua masih dalam tahap perencanaan,” jelasnya.

Risdianto menegaskan, penataan kawasan pesisir tidak dimaksudkan untuk melarang aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang kuliner akan ditata pada area tertentu, sementara petani garam direncanakan menempati area reklamasi yang telah disiapkan pemerintah.

Proses penataan akan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan, Dinas Perkim, hingga unsur aparat keamanan, guna memastikan kawasan tertib dan berfungsi optimal.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga mendorong seluruh pedagang di kawasan pesisir untuk bergabung dalam Koperasi Merah Putih. Melalui koperasi, kebutuhan usaha seperti bahan pokok dan perlengkapan dagang diharapkan dapat dipenuhi secara kolektif, sehingga perputaran ekonomi terjadi di tingkat lokal.

“Semua pedagang yang ada di sini akan kita dorong masuk ke Koperasi Merah Putih. Supaya kita saling menghidupkan, koperasi kuat, pedagang juga kuat,” kata Risdianto.

Selain penataan fisik, Pemkot Palu juga menekankan pentingnya kedisiplinan menjaga kebersihan lingkungan. Pedagang dan warga diimbau menjadi pelanggan resmi layanan pengangkutan sampah melalui kelurahan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Penataan kawasan Teluk Palu ini juga berkaitan erat dengan target Pemkot Palu untuk meraih Adipura Kencana pada 2026, sehingga partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut.

“Sosialisasi ini masih awal. Tidak ada yang dilarang berjualan, hanya akan ditata. Mari kita dukung bersama demi Palu yang lebih indah, tertib, dan bersih,” tutup Risdianto.***

Editor : Talib
#Kawasan teluk palu #wisata pesisir #Pemkot Palu #kota palu #adipura palu